Menko Darmin beberkan alasan pentingnya sensus ekonomi tiap 10 tahun
"Sensus ekonomi itu dilakukan untuk memperbarui informasi kita mengenai jumlah usaha di berbagai bidang."
Rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution di Kompleks Widya Chandra, Jakarta menjadi tempat pertama dilakukan sensus ekonomi tahun 2016 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Survei tersebut dilakukan langsung oleh Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadiwibowo bersama beberapa orang staf BPS.
"Sensus ekonomi itu dilakukan untuk memperbarui informasi kita mengenai jumlah usaha di berbagai bidang. Mulai dari usaha rumah tangga. Usaha online, itu cerita 10 tahun lalu belum ada. Sekarang sudah mulai banyak. Itu sampai kepada usaha terpisah di luar. Itu semua akan di report. Makanya saya dengan cepat selesai. Saya enggak punya usaha apa-apa," kata Darmin, Minggu (1/5).
Sensus ekonomi yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali ini, lanjut Darmin, memiliki banyak tujuan. "Pertama secara global makro kita perlu tahu perkembangan usaha di berbagai sektor di Indonesia dibandingkan sensus yang lalu di 2006," ucap Darmin.
Darmin menjelaskan, rentang waktu pelaksanaan setiap 10 tahun sekali lantaran dalam rentang waktu tersebut terjadi perubahan dalam hal ekonomi, bahkan berpotensi munculnya kegiatan ekonomi jenis baru.
"Kenapa 10 tahun, karena setiap itu dianggap bisa berubah. Bisa berubah teknologinya. Tadinya input menghasilkan A, bisa berubah. Setidaknya jenis sama, hasilnya berubah. Makanya diulang," ujar Darmin.
Baca juga:
Sensus ekonomi, Menko Darmin ngaku tak punya usaha
Lepas petugas sensus ekonomi, Ahok minta data harus akurat
Jokowi akui perbedaan data hambat kebijakan ekonomi
BPS: Pencabutan subsidi listrik tambah beban rakyat kecil
BPS: Dana desa turunkan ketimpangan pengeluaran penduduk pedesaan
Papua Barat jadi provinsi dengan ketimpangan pengeluaran tertinggi
Ini penyebab gini rasio September Indonesia di posisi 0,4 persen