Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BPS: Dana desa turunkan ketimpangan pengeluaran penduduk pedesaan

BPS: Dana desa turunkan ketimpangan pengeluaran penduduk pedesaan BPS. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran pendapatan di pedesaan pada September 2015 yang diukur oleh Gini Ratio sebesar 0,33 persen pada Maret 2015 maupun September 2015. Sebab, tingkat kekayaan antara penduduk lapisan atas dan lapisan bawah tidak terlalu tinggi.

Deputi Kepala BPS Bidang Statistik Sosial, M. Sairi Hasbullah mengatakan penyaluran dana desa diyakini mampu menurunkan tingkat ketimpangan pengeluaran di pedesaan. Apabila, alokasi dana tersebut difokuskan untuk pembangunan infrastruktur.

"Sangat bisa (menurunkan), asal dana desa diperuntukan untuk pembangunan infrastruktur yang melibatkan tenaga kerja yang massif. Akan nurunin Gini Ratio di desa dan meningkatkan pendapatan di desa," ujar Sairi di Gedung BPS, Jakarta, Senin (18/4).

Hal ini dilihat dari faktor menurunnya ketimpangan penduduk di Indonesia, salah satunya kenaikan pengeluaran yang merefleksikan peningkatan pendapatan kelompok penduduk bawah, tak lepas dari upaya pemerintah membangun infrastruktur yang menyerap tenaga kerja penduduk di kelas menengah ke bawah.

Sehingga, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk nasional pada September 2015 yang diukur oleh Gini Ratio sebesar 0,40 persen, menurun 0,01 poin dari Maret 2015 sebesar 0,41 persen.

Seperti diketahui, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, alokasi dana desa tahun anggaran 2016 menurut kabupaten/kota mencapai Rp 47 triliun untuk 74.754 desa di seluruh Indonesia.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP