Menkeu Sri Mulyani undang 20 ekonom dan analis perbankan, ini yang dibahas
"Pada dasarnya yang dibahas itu angka ekonomi kemarin cukup positif. Dalam artian investasi lebih tinggi dari ekspektasi. Kemudian, pemerintah masih confidence untuk target 2018. Mereka pikir reformasi pajak sama efektivitas spending itu bisa jadi pendorong ekonomi tahun depan."
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengadakan pertemuan dengan 20 ekonom dan analis perbankan di Kementerian Keuangan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, menkeu membeberkan pencapaian pemerintah di bidang ekonomi, salah satunya pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2017 yang mencapai 5,06 persen.
"Pada dasarnya yang dibahas itu angka ekonomi kemarin cukup positif. Dalam artian investasi lebih tinggi dari ekspektasi. Kemudia, pemerintah masih confidence untuk target 2018. Mereka pikir reformasi pajak sama efektivitas spending itu bisa jadi pendorong ekonomi tahun depan," ujar Ekonom Standart Chartered Andrian di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/11).
Sementara itu, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, pemerintah juga akan meningkatkan konsumsi rumah tangga tahun depan. Alasannya, konsumsi rumah tangga tumbuh sedikit melambat mencapai 3,46 persen.
"Itu sebetulnya konsennya yang pertama," tegas Josua.
Selain itu, lanjutnya, menkeu juga memaparkan perbaikan ekonomi global yang berimbas ke Indonesia. Salah satunya, perbaikan ekonomi china dan meningkatnya harga komoditas.
"Kita lihat juga makanya ekspor kita di kuartal III-2017 tumbuh 17 persen karena faktor ekonomi global yang membaik dan harga komoditas. Tapi yang disampaikan lagi, kalau stresinya di investasi, bagaimana mendorong supaya investasi dipacu, diharapkan investasi ini menjadi salah satu pendorong ekonomi kita selain konsumsi rumah tangga," katanya.
Baca juga:
Cadangan devisa RI di Oktober turun, ini alasannya menurut ekonom
30 Persen peserta BPJS Ketenagakerjaan tunggak pembayaran iuran
Pemerintah terima banyak donasi untuk pembangunan sanitasi dan SPAM
Kementan optimalkan 10 juta hektare lahan rawa di 2018, ini keuntungannya
Jaga nilai tukar Rupiah, cadangan devisa Oktober 2017 turun jadi USD 126,5 miliar