Menkeu beberkan alasan Rupiah melemah hingga Rp 13.700 per USD
Setidaknya ada dua faktor yang membuat Rupiah bergerak melemah.
Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah beberapa hari ini. Bahkan, pada Rabu (25/5), Rupiah melewati level Rp 13.700 per USD.
Menteri Keuangan Bambang, Brodjonegoro mengatakan, setidaknya ada dua faktor yang membuat Rupiah bergerak melemah. Pertama adalah spekulasi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan kembali menaikkan suku bunga pada Juni nanti.
"Satu memang ada spekulasi bahwa The Fed mungkin menaikkan tingkat bunga sekitar Juni atau Juli. Naiknya 2 kali dalam setahun ini. Itu yang menjadi kemungkinan bahan spekulasi," ucap Bambang di Jakarta, Minggu (29/5).
Kenaikan suku bunga The Fed akan menarik dolar keluar dari negara berkembang sehingga nilai tukar akan melemah.
Faktor kedua yang menyebabkan Rupiah melemah adalah karena tingginya kebutuhan dalam negeri. "Karena perusahaan asing bayar dividen pasti ada kebutuhan dolar."
Menkeu membantah kalau pelemahan USD terjadi karena maraknya dana asing keluar dari Indonesia. "Itu (yang di bursa saham) biasa keluar masuk," tutupnya.
Baca juga:
Pagi ini, Rupiah dibuka menguat ke level Rp 13.579 per USD
Selain suku bunga The Fed, ini penyebab nilai tukar Rupiah melemah
Terus melemah, nilai tukar Rupiah lewati level Rp 13.700 per USD
Rupiah ditutup melemah di level Rp 13.638 per USD
Investor kecewa pertumbuhan ekonomi tak sesuai ekspektasi
Kampanye e-filing, Menkeu Bambang pesan jadi wajib pajak yang baik
Revisi pertumbuhan ekonomi, sinyal BI mulai ubah kebijakan moneter
Stok surplus, DPR sesalkan keputusan pemerintah impor bawang merah