Menhub Jonan sebut pemrotes taksi online banyak yang sok mengerti
"Yang argumen banyak. Mulai yang gelarnya profesor, doktor, sampai yang seolah-olah menjadi konsultan yang mengerti."
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengungkapkan polemik taksi online dengan konvensional memberinya pengalaman tersendiri. Pemrotes yang datang padanya mulai dari seorang dengan gelar profesor, doktor, hingga orang awam yang sok mengerti permasalahan.
"Yang argumen banyak. Mulai yang gelarnya profesor, doktor, sampai yang seolah-olah menjadi konsultan yang mengerti," sindir Menteri Jonan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (29/3).
"Bisanya kalau ke saya, saya tanya. Undang-undang 22/2009 itu sudah dibaca belum? Kalau belum enggak usah protes (dengan sikap Kemenhub)," tambahnya.
Menteri Jonan menegaskan selama ini protes adanya transportasi online harus memahami konteks angkutan darat resmi dari Kementerian Perhubungan. "Pertanyaan saya yang ribut itu orang yang mengerti atau pura-pura enggak ngerti?," tutupnya.
Baca juga:
Uber nyatakan kesiapan aturan demi mengaspal di Indonesia
5 Bukti taksi konvensional kalah jauh dari GrabCar dan Uber
Saingi GrabCar, taksi konvensional perlu tingkatkan teknologi
Pemerintah harus kenakan pajak ke sopir Grabcar dan Uber
Pemerintah lamban atur taksi online, unjuk rasa sopir bisa membesar
Presiden Jokowi diminta keluarkan aturan untuk transportasi online
Sejak muncul GrabCar dan Uber, 17 perusahaan taksi mati suri