Membandingkan Kondisi Ekonomi Israel vs Iran yang Kini Sedang Berperang
Jika dilihat dari sisi ekonomi, Israel mengalami kontraksi ekonomi yang signifikan, sementara Iran menunjukkan pertumbuhan positif.
Israel secara mengejutkan melancarkan serangan militer besar-besaran ke Iran. Zionisi mengklaim operasi yang dijuluki 'Nation of Lions' itu menargetkan situs militer dan nuklir Iran.
Akibat serangan Israel yang menggunakan puluhan jet tempur itu, Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami dikabarkan tewas. Televisi pemerintah Iran mengutip laporan kantor berita Tasnim pada Jumat pagi yang mengatakan bahwa Mayor Jenderal Salami dibunuh dalam serangan Israel pada Jumat malam.
Jika dilihat dari sisi ekonomi, Israel mengalami kontraksi ekonomi yang signifikan, sementara Iran menunjukkan pertumbuhan positif.
Pada kuartal IV 2023, Israel mencatatkan kontraksi ekonomi sebesar 19,4 persen akibat perang dengan Hamas. Sebaliknya, Iran berhasil meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen meskipun tertekan oleh sanksi internasional. Data ini menunjukkan perbedaan yang mencolok dalam kondisi ekonomi kedua negara.
Dalam konteks inflasi, Israel berhasil menekan inflasi ke level 2,6 persen pada Januari 2024, sedangkan Iran masih berjuang dengan inflasi tinggi mencapai 35,8 persen. Perbandingan ini memberikan gambaran jelas tentang stabilitas ekonomi masing-masing negara.
Pertumbuhan Ekonomi
Israel mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi yang drastis, hanya mencapai 2 eprsen sepanjang tahun 2023. Proyeksi untuk tahun 2025 menunjukkan harapan dengan angka pertumbuhan sekitar 5 persen. Di sisi lain, Iran, meskipun menghadapi berbagai tantangan, berhasil mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik pada kuartal IV-2023.
Data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Iran dapat dipengaruhi oleh pendapatan dari sektor minyak, meskipun sanksi internasional terus memberikan tekanan. Hal ini menunjukkan ketahanan ekonomi Iran di tengah tantangan yang ada.
Inflasi dan Nilai Tukar
Inflasi di Israel terjaga dengan baik, berkat langkah-langkah dari bank sentral yang memprediksi pemulihan ekonomi. Sementara itu, Iran masih berjuang dengan inflasi yang tinggi, yang pernah mencapai 54,6 persen pada Mei 2023. Ini berdampak besar pada daya beli masyarakat Iran.
Nilai tukar rial Iran terhadap dolar AS juga mengalami fluktuasi yang signifikan. Pada Oktober 2024, satu dolar AS diperkirakan setara dengan sekitar 580.000 rial di pasar gelap, menunjukkan depresi nilai tukar yang tajam.
PDB dan Pendapatan Per Kapita
PDB Israel pada tahun 2023 mencapai sekitar USD 525 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan PDB Iran yang hanya sekitar USD 413,5 miliar. Pendapatan per kapita Israel juga jauh lebih besar, mencapai USD 51.945 per tahun, sementara Iran hanya USD 5.508.
Perbedaan ini mencerminkan tingkat kesejahteraan yang berbeda antara kedua negara. Meskipun Iran memiliki sumber daya alam yang melimpah, dampak sanksi dan inflasi tinggi menghambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Belanja Pemerintah
Belanja pemerintah Israel meningkat tajam akibat perang dengan Hamas, dengan defisit anggaran mencapai 4,2 persen dari PDB pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan prioritas pemerintah dalam menghadapi situasi darurat.
Informasi mengenai belanja pemerintah Iran tidak tersedia secara detail, namun dapat diasumsikan bahwa sanksi internasional mempengaruhi kebijakan belanja mereka.