Melampaui Target: Produksi Kopi KPH Kedu Utara Capai 161,9 Ton di 5 Wilayah Jawa Tengah
KPH Kedu Utara berhasil mencatatkan Produksi Kopi KPH Kedu Utara sebesar 161,9 ton dari lima wilayah di Jawa Tengah. Simak detail pembagian hasil dan potensi pengembangannya!
Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara mencatatkan hasil signifikan dalam sektor perkebunan kopi. Mereka berhasil memproduksi total 161,989 ton kopi jenis green bean pada masa panen tahun 2025. Pencapaian ini melibatkan kerja sama erat dengan 114 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di lima wilayah Jawa Tengah.
Produksi kopi yang mengesankan ini tersebar di beberapa kabupaten seperti Kendal, Magelang, Semarang, Temanggung, dan Wonosobo. Sistem bagi hasil diterapkan untuk memastikan distribusi keuntungan yang adil antara Perhutani dan para petani lokal. Hal ini mendorong keberlanjutan ekonomi masyarakat desa hutan.
Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menjelaskan bahwa model kemitraan ini menjadi kunci sukses. Ia berharap masyarakat petani dapat beralih ke tanaman kopi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Fokus utama saat ini adalah pengembangan komoditas kopi di wilayah tersebut.
Distribusi Hasil Produksi Kopi KPH Kedu Utara
Andrie Syailendra, Administratur KPH Kedu Utara, menjelaskan rincian pembagian hasil Produksi Kopi KPH Kedu Utara. Dari total 161,989 ton kopi green bean yang berhasil dipanen, Perhutani menerima 30 persen. Jumlah ini setara dengan 48,590 ton kopi, yang merupakan bagian dari kesepakatan bagi hasil.
Sementara itu, porsi terbesar dari hasil panen kopi dialokasikan untuk Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang menjadi mitra. Petani atau LMDH mendapatkan 70 persen dari total produksi kopi tersebut. Ini berarti 113,378 ton kopi menjadi hak milik LMDH, menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan petani.
Sistem bagi hasil yang diterapkan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal dan memastikan keberlanjutan usaha perkebunan kopi. KPH Kedu Utara berkomitmen pada peningkatan kesejahteraan petani kopi melalui kemitraan yang transparan. Model ini juga diharapkan mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksi kopi di masa mendatang.
Kontribusi Wilayah dalam Produksi Kopi
Kabupaten Temanggung menjadi penyumbang terbesar dalam Produksi Kopi KPH Kedu Utara untuk panen 2025. Dengan luas lahan mencapai 6.188 hektare dan melibatkan 58 LMDH, Temanggung berhasil menghasilkan 153,080 ton kopi. Angka ini secara signifikan menunjukkan potensi besar wilayah tersebut dalam budidaya kopi arabika maupun robusta.
Menyusul Temanggung, Kabupaten Magelang juga memberikan kontribusi penting dengan 4,626 ton kopi dari 873,80 hektare lahan dan 24 LMDH. Selanjutnya, Kabupaten Kendal menghasilkan 3,970 ton kopi dari 1.455 hektare yang dikelola oleh 13 LMDH. Data ini menggambarkan penyebaran sentra kopi yang luas di wilayah Kedu Utara.
Wilayah Semarang turut serta dalam produksi ini dengan 148 kilogram kopi dari 175 hektare lahan yang digarap 5 LMDH. Sementara itu, Kabupaten Wonosobo menghasilkan 143 kilogram kopi dari 76 hektare lahan yang dikelola 4 LMDH. Produksi kopi di Wonosobo masih tergolong sedikit karena LMDH di sana baru merintis pengembangan kopi.
Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyatakan harapannya agar masyarakat petani dapat beralih dari tanaman semusim ke tanaman kopi. Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dalam jangka panjang. Pengembangan kopi di KPH Kedu Utara terus diupayakan secara berkelanjutan untuk mencapai target yang lebih tinggi.
Sumber: AntaraNews