MEA 2015, JK ingin negara ASEAN contek Eropa
JK menyebut bahwa penggabungan mata uang se-ASEAN bukan hal mustahil saat MEA 2015.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan berlaku pada 31 Desember 2015 mendatang. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap kerja sama seluruh negara ASEAN itu bisa meniru Eropa.
Dia menuturkan, dalam perkembangannya para negara Eropa akhirnya bersatu membentuk Uni Eropa. Tidak hanya itu, mata uang seluruh negara benua biru tersebut bahkan kompak memakai Euro.
Maka itu, dirinya mempunyai keinginan agar MEA nanti bisa maju seperti Eropa. "Asia community, cita-citanya akan jadi semacam union, pertanyaannya apakah ada satu mata uang, sistem?" kata JK di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/1).
Untuk penggabungan mata uang saat MEA nanti, JK meminta agar dipikirkan secara matang. Sebab pembentukan mata uang regional bukan sesuatu yang mudah. Meski begitu dirinya tak menampik penggabungan mata uang bisa terjadi.
Menurut JK, kesulitan penggabungan mata uang saat salah satu negara mengalami krisis. Dia mencontohkan, di Eropa saat ini Euro sedang tertekan karena masalah yang dialami sejumlah negara seperti Yunani atau Portugal.
"Setelah perjalanan Eropa, satu sistem keuangan, demokrasi, bukan hal mudah karena pengalaman saling tarik ke bawah. Akibat krisis di Yunani, Portugis maka menyebabkan semua mata uang terkena," ungkapnya.
Baca juga:
JK: Malaysia dan Singapura bakal diserbu TKI
Anang Hermansyah minta Badan Ekonomi Kreatif berantas pembajakan
Ini strategi OJK sambut pasar bebas ASEAN
Indonesia dinilai belum mantap hadapi pasar bebas Asean 2015
Pengusaha perempuan harus berani bersaing di pasar bebas ASEAN
Kuasai pasar Indonesia sama saja kontrol 43 persen ekonomi ASEAN
Menteri Saleh klaim sektor industri nasional siap hadapi MEA