Mayoritas pekerja Indonesia belum sadar pentingnya dana pensiun
Hanya 10 persen atau 12 juta pekerja menjadi nasabah dana pensiun
Mayoritas pekerja di Indonesia belum menyadari pentingnya dana pensiun. Ini menjadi potensi pasar bakal digarap Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Mandiri (Mandiri DPLK).
Hal tersebut diungkapkan Direktur Keuangan dan Umum Mandiri DPLK Rudi Rahman dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (15/1).
Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, terdapat 121 juta pekerja di Indonesia. Namun, hanya 10 persen atau 12 juta pekerja menjadi nasabah dana pensiun. "Selebihnya belum," katanya.
Maka itu, lanjut Rudi, pihaknya berkomitmen mengedukasi pekerja muda akan pentingnya dana pensiun. Dia berharap, menabung untuk hari tua menjadi gaya hidup pekerja muda Indonesia.
"Saat mereka sudah memperoleh penghasilan harusnya sudah kenal dengan dana pensiun. Ini harusnya jadi lifestyle anak mudah. Ini potensi pasar kami," katanya.
Mandiri DPLK menargetkan 92 ribu nasabah dengan dana kelolaan mencapai Rp 458 miliar. Dia mengungkapkan langkah menjadi nasabah Mandiri DPLK.
"Ini simple, tinggal buka di cabang Bank Mandiri, isi formulir. Paketnya ada konvensional dan syariah," katanya. "Sekarang malah ada benefit yaitu free asuransi sebesar Rp 5 juta. Dana pensiun ini bisa dibeli dengan minimum Rp 100.000 saja."
Baca juga:
Perusahaan migas paling rajin nabung uang pesangon karyawan
Dana pensiun kelolaan Bank Mandiri meroket 1.659 persen
Polri bongkar sindikat penggelap dana pensiun BI sebesar Rp 33 M
Mandiri kelola dana pensiun PT Semen Padang
DPLK Bank Mandiri ingin garap duit pensiun pegawai migas
BRI terus gali potensi pengelolaan dana pensiun