Lakukan kajian harga, BUMN siap ambil saham Freeport
"Tergantung harganya berapa, uang gampang bisa dicari."
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Aloysius K. Ro mengaku telah melakukan kajian terhadap harga saham PT Freeport Indonesia. Kajian tersebut dilakukan dengan menghitung valuasi saham perusahaan tambang multinasional tersebut.
"Jadi, sebenarnya kalau kami mau mengambil, syarat mutlaknya kami akan melakukan kajian independen," kata Aloy dalam seminar Reshaping Sharpening, & BUMN Outlook 2016 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (17/12).
Meski begitu, Aloy sendiri enggan menyebut angka dan sumber pendanaan dari kajian tersebut. "Tergantung harganya berapa. Itu subject to negotiation. Duit gampang. Bisa dicari di mana saja," imbuhnya.
Dia menjelaskan, nantinya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan penawaran harga dengan PT Freeport Indonesia terlebih dahulu. Setelah itu, Kementerian ESDM selanjutnya akan mengajukan penawaran harga saham kepada Kementerian BUMN.
"Nanti kami bahas dan tawar-menawar lagi," singkat Aloy.
Seperti yang diketahui, pemerintah melalui Kementerian BUMN baru memiliki 9,36 persen dari saham Freeport. Sedangkan Freeport Indonesia diharuskan melepas sahamnya sebesar 10,64 persen pada tahun ini.
Hal ini bertujuan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah No. 77 Tahun 2014 di mana total saham yang seharusnya dilepas Freeport Indonesia sebesar 20 persen.
Baca juga:
Pemerintah beri waktu Freeport lepas saham hingga Januari 2016
DPR minta divestasi saham Freeport tidak melalui IPO
Menteri Rini mau saham Freeport jika harga cocok
ESDM: Tak ada dasar hukum Freeport IPO di bursa saham Indonesia
ESDM desak Freeport divestasikan sahamnya akhir tahun ini