Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Sukses Pengelolaan Angkutan Lebaran 2026
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama kesuksesan pengelolaan Angkutan Lebaran 2026, memastikan perjalanan aman dan nyaman bagi jutaan pemudik.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berhasil mengelola Angkutan Lebaran 2026/Idul Fitri 1447 Hijriah dengan aman, lancar, dan terkendali. Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi erat lintas sektor yang menjadi fondasi utama. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam menjaga stabilitas layanan.
Sinergi antara ASDP, Kementerian Perhubungan, TNI/Polri, KSOP, BPTD, serta seluruh pemangku kepentingan telah memastikan layanan optimal. Heru Widodo menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi kunci menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Strategi terukur telah diterapkan sejak awal periode angkutan.
Antisipasi lonjakan trafik dilakukan di empat cabang utama, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Optimalisasi armada secara dinamis, pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB), pengaktifan buffer zone, serta penguatan personel di titik krusial pelabuhan menjadi langkah konkret yang diambil.
Strategi Komprehensif dan Dampak Kebijakan Tarif
Dalam menghadapi Angkutan Lebaran 2026, ASDP menerapkan strategi komprehensif untuk mengelola lonjakan penumpang dan kendaraan. Optimalisasi armada dilakukan secara dinamis, didukung oleh pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) yang mempercepat siklus layanan penyeberangan. Selain itu, area buffer zone diaktifkan dan personel diperkuat di berbagai titik krusial pelabuhan untuk memastikan kelancaran arus.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa kebijakan tarif tunggal disertai stimulus diskon memberikan dampak signifikan. Kebijakan ini berperan dalam mengatur Angkutan Lebaran pada moda transportasi penyeberangan. Hingga 31 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp30,05 miliar, atau 84,52 persen dari target.
Tingkat penerima manfaat dari kebijakan ini bahkan mencapai 116,92 persen, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Capaian ini mencerminkan keberhasilan kebijakan dalam mempermudah akses layanan penyeberangan.
Digitalisasi Ferizy dan Peningkatan Layanan
Digitalisasi menjadi tulang punggung peningkatan layanan ASDP, khususnya melalui platform Ferizy. Sistem reservasi yang terintegrasi ini mampu mengatur arus kendaraan dan penumpang dengan lebih tertib. Implementasi Ferizy juga berhasil menekan antrean selama periode padat Angkutan Lebaran 2026.
Secara kumulatif, data menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang dan kendaraan. Sejak H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB, total penumpang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4.722.213 orang. Angka ini meningkat 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 4.430.006 orang.
Sementara itu, total kendaraan yang dilayani mencapai 1.215.273 unit, naik 8 persen dari 1.125.178 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas strategi dan sistem yang diterapkan ASDP dalam mengelola volume trafik yang tinggi.
Windy Andale menegaskan komitmen ASDP untuk terus memperkuat kualitas layanan melalui inovasi berkelanjutan dan peningkatan standar operasional. Tujuannya adalah memastikan setiap perjalanan pengguna jasa tetap aman, nyaman, dan penuh kepastian, bahkan di tengah puncak mobilitas nasional.
Kepuasan Masyarakat dan Hasil Survei Independen
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, sebelumnya menegaskan bahwa seluruh moda transportasi, baik darat, kereta api, laut, hingga udara, berjalan optimal selama periode Angkutan Lebaran 2026. Ia memastikan tidak ada kendala menonjol yang signifikan, baik pada arus mudik maupun arus balik tahun ini.
Capaian positif ini diperkuat oleh berbagai hasil survei independen yang dilakukan oleh lembaga terkemuka. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melaporkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini mencapai 82,15, yang masuk kategori baik. Angka ini naik 3,45 poin dari tahun 2025.
Lembaga survei KedaiKOPI juga mencatat hasil yang memuaskan, dengan 88,8 persen responden menyatakan puas terhadap manajemen mudik yang diselenggarakan oleh pemerintah. Selain itu, Indikator mencatat 85,3 persen dari kalangan masyarakat yang melakukan mudik menyatakan kepuasannya.
Data-data ini secara konsisten menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dari masyarakat terhadap pengelolaan Angkutan Lebaran 2026. Keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari efektivitas kolaborasi lintas sektor dan strategi yang diterapkan oleh semua pihak terkait.
Sumber: AntaraNews