Klarifikasi bos BTN soal pegawai ikut investasi Pandawa
Investasi bodong Pandawa Grup cukup menghebohkan masyarakat belakangan ini. Banyak yang tertipu dan dana triliunan pun lenyap. Maryono mengakui ada pegawainya yang ikut investasi di Pandawa. Namun, jumlahnya disebut tidak besar dan tidak berpengaruh pada operasioanal perbankan.
Investasi bodong Pandawa Grup cukup menghebohkan masyarakat belakangan ini. Banyak yang tertipu dan dana triliunan pun lenyap.
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (Persero) atau BTN, Maryono mengakui ada pegawainya yang ikut investasi di Pandawa. Namun, jumlahnya disebut tidak besar dan tidak berpengaruh pada operasioanal perbankan.
"Pandawa bukan kasus terkait BTN. Ada isu pegawai BTN ikut, memang ada tapi jumlahnya tidak banyak," kata Maryono di Kantornya, Jakarta, Kamis (17/3).
Maryono menyebut, uang pegawai BTN yang diinvestasikan di Pandawa juga tidak besar dibanding dana masyarakat yang lain. Pihaknya bahkan sudah melakukan penelitian, dan kasus ini murni bersifat personal, bukan membawa nama BTN.
"BTN tidak menutupi, ada yang investasi Rp 8 miliar tapi sifatnya kecil dibanding masyarakat lain. Tidak benar kalau jumlahnya (pegawai BTN) ribuan," tegas Maryono.
Sekali lagi, Maryono menegaskan bahwa kasus ini tidak ada kaitan dan pengaruhnya pada BTN. "Sifatnya personal dan tidak menganggu BTN."
Baca juga:
Saran polisi agar warga tak tertipu investasi dengan bunga tinggi
Ini ciri-ciri skema Ponzi yang dipakai Pandawa Grup tipu nasabah
Polisi kembali sita rumah bos Pandawa Grup Rp 7 M di Indramayu
Pengakuan enteng bos Pandawa tipu 5 ribu korban hingga triliunan
Ucapan enteng Bos Pandawa Group: Nggak dipaksa, orang ngikut sendiri
Polisi pastikan uang korban Pandawa kembali, begini mekanismenya
Polisi sita mobil & motor mewah milik bos Pandawa Group