KKP Bekali Ratusan CPNS dengan Leadership Training Intensif, Inovasi Terbaik Siap Dipresentasikan di Hadapan Menteri!
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menanamkan integritas dan memacu inovasi sejak dini kepada CPNS KKP melalui rangkaian Leadership Training dan Program Induksi Organisasi, menyiapkan mereka sebagai pemimpin masa depan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara proaktif menanamkan nilai integritas dan memacu semangat inovasi kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mereka. Langkah ini diambil untuk mempersiapkan para CPNS agar siap menjadi pemimpin masa depan yang kompeten dan berintegritas tinggi. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari komitmen KKP dalam membangun sumber daya manusia unggul.
Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian "Leadership Training" dan "Program Induksi Organisasi Tahun 2025" yang berlangsung di Jakarta. Kegiatan intensif ini dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 9 September 2025, melibatkan seluruh CPNS KKP. Tujuannya adalah membekali mereka dengan keterampilan kepemimpinan esensial sejak dini.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) KKP, I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian penting dari Management Trainee CPNS KKP. Pelatihan ini juga menjadi fondasi ekosistem pembelajaran Corporate University KKP yang baru diluncurkan. Hal ini menunjukkan keseriusan KKP dalam pengembangan talenta.
Membangun Fondasi Kepemimpinan dan Integritas Sejak Dini
I Nyoman Radiarta menegaskan bahwa leadership training dan induksi organisasi bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi penting. Program ini bertujuan membentuk Aparatur Sipil Negara (ASN) KKP yang berintegritas, profesional, dan inovatif. KKP ingin memastikan CPNS memiliki karakter kuat serta keterampilan kepemimpinan yang mumpuni.
Pelatihan kepemimpinan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta, menghadirkan narasumber berpengalaman. Para CPNS dibekali keterampilan dasar kepemimpinan seperti decision making, problem solving, communication, entrepreneurship and innovation, serta strategic planning. Ini menjadi bekal penting bagi CPNS KKP.
Sementara itu, Program Induksi Organisasi menghadirkan jajaran pimpinan dari seluruh unit eselon I lingkup KKP. Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan KKP, Lilly Aprilya Pregiwati, menambahkan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pemahaman kelembagaan secara komprehensif. CPNS KKP diharapkan mampu beradaptasi lebih cepat dan mengenali tugas strategis.
Mengasah Inovasi melalui Praktik Kerja dan Habituasi
Setelah menyelesaikan tahap pelatihan dan induksi, para CPNS KKP akan memasuki fase selanjutnya, yaitu Praktik Kerja Lintas Unit (Cross Unit Assignment). Tahap ini akan berlangsung selama 52 hari, mulai 10 September hingga 30 Oktober 2025. Penugasan ini tersebar di tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) KKP yang berlokasi di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Selanjutnya, CPNS akan menjalani Habituasi Unit Kerja di tempat penugasan masing-masing, sambil menyusun karya inovasi. Tahap ini krusial untuk menerapkan keterampilan kepemimpinan yang telah diperoleh. Selain itu, mereka didorong untuk menggali ide-ide inovatif langsung dari lapangan kerja.
Karya inovasi yang dihasilkan diharapkan bukan sekadar gagasan, melainkan solusi yang feasible, realistis, dan dapat diimplementasikan. Dari seluruh karya tersebut, lima karya terbaik akan mendapatkan kesempatan istimewa. Karya-karya ini akan dipresentasikan langsung di hadapan Menteri dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan pada bulan Desember mendatang, menunjukkan komitmen KKP terhadap inovasi.
Visi KKP untuk ASN Unggul dan Berintegritas
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya telah menekankan pentingnya pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang didukung oleh ASN unggul. ASN yang adaptif dan berintegritas menjadi kunci utama dalam mencapai visi tersebut. KKP berkomitmen penuh dalam pengembangan SDM.
Menurut Trenggono, sumber daya manusia yang tangguh diyakini menjadi fondasi keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan. SDM yang berkualitas juga merupakan kunci untuk mewujudkan kejayaan laut. Hal ini sejalan dengan dukungan terhadap visi Ekonomi Biru Indonesia yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews