LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. RIIL

Kisah Petani Milenial Sukses Budidaya Sayuran, Bercita-cita bangun Sekolah Lapang Pertanian

Bagi sebagian besar generasi muda di Indonesia, pertanian bukan lagi pekerjaan utama yang diidamkan.

Minggu, 07 Sep 2025 20:37:00
petani
Kisah Petani Milenial Sukses Budidaya Sayuran, Bercita-cita bangun Sekolah Lapang Pertanian (merdeka.com)
Advertisement

Pada 2010 silam, seorang pemuda berusia 20 tahun memilih jalur yang berbeda dari teman-temannya. Obur Bahtiar memilih bertahan di desa menjadi petani sayuran seperti yang ditekuni orang tuanya.

Padahal, bagi sebagian besar generasi muda di Indonesia, pertanian bukan lagi pekerjaan utama yang diidamkan. Namun bagi Obur Bahtiar menjadi petani memiliki daya tarik kuat karena peluang ekonomi yang besar dan tradisi keluarga.

"Alasan utama saya memilih profesi petani karena melihat adanya potensi keuntungan ekonomi yang bisa saya dapatkan. Apalagi dengan dukungan sumber daya alam di wilayah tempat tinggal saya dan latar belakang keluarga yang juga berasal dari petani," ujar Obur Bahtiar, yang tinggal di Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pada awal menjadi petani, ia hanya mengelola lahan sekitar 1.000 m². Kini, luas lahan tanaman sayurnya telah mencapai 10.000 m² atau satu hektare, hasil dari kombinasi pembelian dari hasil panen, sewa tanah dan lahan warisan keluarga. "Waktu itu, saya menanam cabai, tomat, mentimun, dan buncis," kenangnya.

Advertisement

Ambisinya tidak hanya berhenti di situ, ia bermimpi memperluas lahan seluas-luasnya agar panen meningkat, mampu menarik minat anak-anak muda di desanya untuk terjun di pertanian dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar sehingga terjadi regenerasi petani.

Regenerasi Petani

Data sensus pertanian terbaru memang menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan terkait regenerasi petani. Betapa tidak, sektor pertanian saat ini semakin didominasi oleh tenaga kerja lanjut usia. Generasi X (43–58 tahun) menyumbang 42,4 persen petani, diikuti Baby Boomers (59–77 tahun) sebesar 27,6 persen.

Advertisement

Sementara itu, petani milenial (usia 27–42 tahun) hanya sebesar 25,6 persen dan Generasi Z (usia 11–26 tahun) bahkan hampir tidak ada: hanya 2,1 persen. Hal ini memperjelas adanya kesenjangan besar dalam regenerasi.

Kondisi tersebut juga tergambar dari penurunan jumlah unit usaha pertanian sebesar 7,4 persen selama satu dekade terakhir. Jika pada tahun 2013 jumlah unit usaha pertanian masih sekitar 31,7 juta unit, pada tahun 2023 jumlahnya turun menjadi 29,36 juta unit. Penurunan ini sebagian dipengaruhi oleh alih guna lahan sawah menjadi non-pertanian seperti perumahan dan infrastruktur.

Fenomena lainnya, petani yang mengelola lahan kurang dari 0,5 hektar, jumlahnya meningkat tajam menjadi 16,89 juta orang pada 2023. Kecilnya skala usaha menambah tantangan produktivitas dan kesejahteraan.

Dorongan Orang Tua

Namun, bagi Obur Bahtiar regenerasi petani bukan sekadar impian. Dorongan dari orang tua, didukung benih sayuran berkualitas dan jaringan sesama petani membantunya berhasil dalam menghadapi tantangan teknis dan bisnis. Melalui dukungan-dukungan tersebut ia membuat strategi untuk beradaptasi dengan perubahan iklim melalui informasi dan teknologi, perluasan jejaring pemasaran, dan pengelolaan keuangan yang bijak.

Garis besar strategi inilah yang bisa mengubah paradigma bahwa pertanian bukan hanya soal warisan, tapi usaha profesional yang menjanjikan.

Obur Bahtiar bahkan bercita-cita mendirikan sekolah lapang pertanian, sebagai tempat mewariskan ilmu dan meningkatkan kapasitas petani muda lain. Ia juga aktif mengajak generasi muda melalui konten digital dan edukasi langsung tentang kehidupan di lahan.

"Kalau anak-anak saya ingin jadi petani, saya ingin mereka punya pendidikan tinggi dan menjadi agripreneur," ujarnya tegas.

Tidak hanya di Garut - Jawa Barat, PT East West Seed Indonesia (Ewindo) sebagai penyedia benih sayuran unggul berkualitas, secara berkelanjutan membina petani-petani milenial di berbagai daerah khususnya sentra-sentra pertanian sayuran. Melalui program Petani Muda Panah Merah, telah lahir banyak petani milenial sukses seperti di Lampung yang berhasil budidaya cabai dan Medan-Sumatera Utara dengan komoditas melon.

Advertisement

Namun, agar mimpi regenerasi itu nyata, diperlukan sinergi dari para pemangku kepentingan termasuk akses modal, alih teknologi, dan dukungan pasar.

Berita Terbaru
  • Momen Hangat Prabowo Foto Bersama Pengawal Prancis Sebelum Tinggalkan Paris
  • Komitmen BRI Life Hadirkan Inovasi Sesuai Kebutuhan dan Preferensi Nasabah
  • BGN Tegaskan Tak Ada Pungutan Pembangunan Dapur MBG, Dukung Dugaan Penipuan di Lombok Timur Diusut
  • Alasan Pajero Sport Masih Diburu di Tengah Harga Solar Naik
  • Awali 2026 dengan Solid, Telkom Perkuat Transformasi dan Disiplin Operasional
  • berita update
  • petani
  • petani milenial
Artikel ini ditulis oleh
Editor Idris Rusadi Putra
I
Reporter Idris Rusadi Putra
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.