LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kemenkeu minta BI turunkan suku bunga acuan guna gerakkan ekonomi

Pemerintah sendiri menyadari nilai tukar yang belum aman membuat BI bimbang untuk turunkan suku bunga.

2015-11-08 13:00:00
BI Rate
Advertisement

Pemerintah sedang berusaha menggerakkan sektor riil di tengah perlambatan ekonomi saat ini. Upaya pemerintah ini membuatnya memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk otoritas moneter, Bank Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penurunan BI Rate akan mendorong pergerakan sektor riil dari sisi pembiayaan. Sebab, dengan penurunan BI Rate, suku bunga kredit perbankan akan turun dan meringankan pengusaha sektor riil untuk mendapatkan kredit.

Suahasil mengakui bahwa BI memiliki banyak pertimbangan, salah satunya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Meski sempat menembus angka Rp 14.700-an, namun Rupiah sudah menguat hingga menyentuh kisaran Rp 13.200-an.

"Dalam situasi sekarang memang kita lihat tekanan di mata uang. Tapi kita harus selamatkan sektor riil kita. Yakni dari infrastruktur yang dibangun, insentif. Dunia usaha yakni UMP atau upah sektoral, juga pembiayaannya," ujar Suahasil di Hotel Harris, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/11).

Bank Indonesia (BI) memang melihat ada ruang untuk melonggarkan kebijakan sisi moneter dengan menunkan suku bunga acuannya. Namun, posisi Rupiah yang dinilai belum 'aman' diakui pemerintah membuat BI belum segera beranjak memberlakukan pelonggaran moneter itu. Secara akumulasi, Rupiah masih melemah sekitar 10 persen di sepanjang tahun ini.

"Kalau memang ada ruang agar pembiayaan sektor riil kita lebih murah ya kami dukung. Apalagi, kami ingin putar ekonomi. Meskipun faktor-faktornya harus diperhatikan. Ruang (pelonggaran) kami sepakat ada. Tapi pertimbangkan variabelnya. Inflasi, sudah kondusif. Tapi perlu perhatikan risikonya," imbuh Suahasil.

Dirjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan menambahkan, dengan penurunan BI rate justru akan menambah likuiditas di sektor perbankan. Suku bunga kredit turun, akan menarik banyak pinjaman.

"Itu bisa dimanfaatkan sektor riil. Ini malah menambah likuiditas seharusnya," imbuh Robert.

Baca juga:
Inflasi rendah, Menko Darmin sebut BI bisa turunkan suku bunga acuan
Bank Indonesia tetap tahan BI rate di 7,5 persen
Perubahan BI rate masih bergantung pada keputusan The Fed
PHK karyawan, jalan terakhir pengusaha di tengah ekonomi makin sulit
BI Rate tetap 7,5 persen untuk antisipasi The Fed naikkan suku bunga
BI kembali tahan suku bunga acuan 7,5 persen
Ini alasan BI pertahankan BI Rate 7,5 persen

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.