Kembangkan energi bersih, RI dapat dukungan internasional
Mengingat, itu merupakan solusi menekan pencemaran udara.
International Energy Agency (IEA) mendukung langkah Indonesia mengembangkan energi baru terbarukan. Mengingat, itu merupakan solusi menekan pencemaran udara.
Demikian diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said.
"Bicara mengenai polusi udara maka erat kaitannya dengan kualitas udara. Kualitas udara akan membaik apabila energi yang kita gunakan semakin bersih," ujarnya, Jakarta, Selasa (19/7).
Menurutnya, pemerintah akan terus mengupayakan pengembangan energi bersih melalui reformasi di sektor energi. Seperti mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM).
"Pemerintah harus membuat suatu policy dimana tujuan jangka pendek, tujuan pemenuhan kebutuhan dipenuhi, tujuan sustainability dijaga. Ini akan ada keseimbangan. Jadi respon spontan barangkali ini akan nambah beban, tapi tetap harus dikerjakan," ungkapnya.
Reformasi bertujuan menjamin kedaulatan energi tersebut, kata Sudirman, bertumpu pada tiga pilar. Yaitu promosi tata kelola pemerintahan yang transparan, bertanggung jawab, adil, dan mandiri.
Lalu, pembangunan kapasitas nasional melalui difusi teknologi, akurasi data dan informasi serta pelibatan sektor swasta.
Kemudian, penyiapan pemimpin profesional dan sumber daya manusia yang dapat memastikan terus berlangsungnya reformasi.
Baca juga:
ESDM: Sesuai RUPTL, PLN harus utamakan listrik di desa
ESDM tunggu respon DPR bahas revisi UU minerba
IEA: Pemangkasan subsidi BBM efektif mendorong energi terbarukan
Semester I, produksi migas Pertamina di Subang Field lampaui target
Sudirman Said blak-blakan 30 juta rakyat RI belum nikmati listrik