Kemacetan kota sudah parah, Menteri Bambang dorong Kemenhub perbanyak angkutan kereta
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan saat ini lebih dari 52 persen warga Indonesia tinggal di daerah perkotaan. Oleh sebab itu, kebutuhan transportasi di perkotaan harus ditingkatkan. Hal tersebut menjadi salah satu pemicu kemacetan.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan saat ini lebih dari 52 persen warga Indonesia tinggal di daerah perkotaan. Oleh sebab itu, kebutuhan transportasi di perkotaan harus ditingkatkan.
"52 persen penduduk Indonesia tinggal di daerah perkotaan. Jadi, kebutuhan atas transportasinya sudah beda dengan ketika urbanisasi masih 40 persen," kata Menteri Bambang dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Pagu Kebutuhan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2019 Kementerian Perhubungan di Ruang Mataram Gedung Karya Kemenhub, Jakarta, Kamis (1/2).
Menteri Bambang menegaskan, hal tersebut menjadi salah satu pemicu kemacetan yang kerap terjadi di kota-kota besar. Maka dari itu, moda transportasi massal sudah sangat dibutuhkan.
"Saya boleh katakan secara tegas kita bukannya kekurangan tapi kita sudah sangat ketinggalan di dalam mass rapid transit (transportasi massal) ini sehingga akhirnya terjadilah kemacetan," ujarnya.
Menteri Bambang mengatakan kondisi tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan membangun jalan baru. Oleh sebab itu, dia meminta agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk memaksimalkan transportasi massal berbasis rel.
"Penyelesaiannya harus komprehensif karena itulah saya ingin mendorong untuk fokus transportasi perkotaan berbasis rel tidak berbasis jalan raya. Okelah kita mulai dengan MRT dan LRT tapi jangan keterusan, harus ada tahapan berikutnya."
Baca juga:
Soal protes sopir angkot Tanah Abang, Sandi janji cari solusi yang adil
Sandiaga akan uji coba minibus konsep baru layani rute OK OTrip
Organda DKI sebut sopir angkot OK Otrip mulai ngeluh
Becak era Anies-Sandi tak lagi berpenumpang emak-emak melainkan 'politik'
Terdampak demo supir angkot, Tanah Abang Explorer dihentikan sementara
Terjebak wacana hidupkan kembali angkutan becak di DKI
Sederet penyebab sopir taksi online masih menolak aturan anyar