Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sandiaga akan uji coba minibus konsep baru layani rute OK OTrip

Sandiaga akan uji coba minibus konsep baru layani rute OK OTrip Mobil atau minibus yang akan diluncurkan untuk melayani rute OK OTrip. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana melakukan uji coba penggunaan minibus dengan konsep baru atau bangku yang menghadap depan untuk melayani rute OK OTrip. Program OK OTrip merupakan layanan transportasi terintegrasi di mana penumpang hanya membayar Rp 3.500 sekali jalan dengan durasi waktu tiga jam.

Penggunaan minibus ini bertujuan untuk merangkul para sopir dan pengusaha transportasi. Rencana ini telah dibahas Sandi bersama Organda DKI Jakarta dan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.

"Kita baru saja membahas seputar beberapa kebijakan mengenai transportasi dan angkutan di jalan raya. Teman-teman Organda pada intinya ada beberapa kebijakan yang kita bicarakan tadi. Salah satunya adalah bagaimana merangkul OK OTrip kepada para teman-teman di bus kecil," jelasnya di Balai Kota, Selasa (30/1).

Dalam rencana ini akan dilibatkan Koperasi Kolamas. "Koperasi ini punya konsep yaitu bus kecil yang menghadap ke depan dan ber-AC sehingga tidak lagi memberikan rasa tidak aman, tidak nyaman khususnya kepada perempuan yang memakai rok atau yang harus berhimpitan-himpitan," kata Sandi.

Rencana awal akan ada 10 minibus yang akan diluncurkan untuk bergabung di program OK OTrip. "Kita akan kaji dan uji coba terus. Ini masukan dari Pak Petrus (Dewan Pimpinan Unit Organda Angkutan Lingkungan DKI). Nanti ini di Tanah Abang juga dicarikan solusi supaya teman-teman mendapatkan solusinya juga," jelasnya.

Mengenai rute yang akan dilayani minibus ini, Sandi mengatakan, belum ditetapkan. Secara teknis akan dibahas lebih lanjut oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Organda.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Unit Organda Angkutan Lingkungan DKI, Petrus Tukimin menyampaikan pihaknya telah membahas bersama Dishub dan Transjakarta berapa tarif untuk angkutan ini yang dihitung per kilometer.

"Kalau rutenya pulang pergi cuma 10-12 kilometer, itu yang jadi bahan masukan kita untuk dibahas dengan Dishub, maupun Transjakarta dan Pemda. Idealnya rupiah per kilometer untuk mereka berapa yang pas," jelasnya.

Karena ada rute panjang, sedang dan pendek, pihaknya ingin menetapkan satu harga untuk per kilometer. Namun demikian hal itu juga perlu dikaji lagi supaya jangan sampai pemilik minibus atau pengusaha angkutan tidak keberatan dengan tarif yang ditetapkan dalam program OK OTrip ini.

Minibus ini akan melayani semua rute baik panjang, sedang maupun rute pendek. Dengan minibus ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan transportasi berbasis aplikasi.

"Karena kendaraannya sudah bagus. Kita tidak mementingkan jumlah lagi. Karena kita sudah disubsidi. Dengan rute juga, kita rerouting. Kita juga sebagai pemerintah jangan memikirkan lagi jumlah penumpang," terangnya.

Melalui program ini diharapkan pihaknya bisa memberikan pelayanan yang maksimal. Kuantitas penumpang tidak terlalu penting tapi yang terpenting adalah kualitas pelayanan sehingga dalam satu kendaraan tak ada penumpukan penumpang. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP