KAI Group Perkuat Mobilitas Urban Rendah Emisi Berbasis Listrik, Dukung Transportasi Berkelanjutan
KAI Group memperkuat mobilitas urban rendah emisi dengan mengembangkan transportasi berbasis listrik. Langkah ini mendukung keberlanjutan, mengurangi emisi karbon, dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mengambil langkah strategis untuk memperkuat mobilitas urban rendah emisi di Indonesia. Mereka mengembangkan layanan transportasi berbasis listrik guna mendukung keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini bertujuan mengurangi emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara di perkotaan.
Layanan kereta listrik perkotaan menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi yang efisien dan terintegrasi. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa perjalanan menjadi lebih terukur dengan kapasitas besar. Emisi yang dihasilkan per pelanggan juga jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi.
Pengembangan ini sangat relevan mengingat mobilitas urban terus meningkat seiring padatnya aktivitas masyarakat. KAI Group berupaya menyediakan solusi transportasi yang mampu melayani banyak orang secara terjadwal. Solusi ini juga lebih ramah lingkungan, mencakup perjalanan menuju tempat kerja hingga bandara.
Peran Penting Transportasi Listrik dalam Mobilitas Urban
Mobilitas urban yang terus berkembang memerlukan solusi transportasi yang inovatif dan berkelanjutan. KAI Group memahami kebutuhan ini dengan fokus pada layanan berbasis listrik. Transportasi jenis ini menawarkan efisiensi dan integrasi yang krusial bagi perkotaan modern.
Anne Purba menekankan bahwa kereta listrik perkotaan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. “Kereta listrik perkotaan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Perjalanan menjadi lebih terukur, kapasitas layanan besar, dan emisi yang dihasilkan per pelanggan jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi,” kata Anne dalam keterangan di Jakarta. Selain perjalanan yang terukur, kapasitas layanan yang besar menjadi daya tarik utama.
Layanan urban berbasis listrik KAI Group telah membuktikan perannya dalam mendukung mobilitas. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, berbagai layanan seperti LRT Jabodebek dan Commuter Line melayani total 166.154.342 pelanggan. Angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi rendah emisi.
Kinerja dan Dampak Lingkungan Layanan Unggulan
LRT Jabodebek menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan transportasi urban modern berbasis listrik. Layanan ini berhasil melayani 13.211.856 pelanggan dari Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 23,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Dari sisi lingkungan, LRT Jabodebek menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam mengurangi emisi karbon. Layanan ini menghasilkan sekitar 15 gram CO₂e per penumpang per kilometer. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan sepeda motor yang mencapai sekitar 37 gram CO₂e per penumpang per kilometer.
Kontribusi terbesar dalam layanan urban berbasis listrik KAI Group berasal dari Commuter Line Jabodetabek. Layanan ini melayani 146.259.555 pelanggan pada periode Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat 5,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung mobilitas harian.
Riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa Commuter Line menghasilkan emisi sekitar 34,03 gram CO₂ per penumpang-kilometer. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan mobil pribadi yang menghasilkan sekitar 42 gram CO₂ per penumpang-kilometer. Hal ini menyoroti efektivitas Commuter Line dalam mengurangi jejak karbon.
Konektivitas dan Peran Layanan Lainnya
Selain Jabodetabek, KAI Group juga memperkuat konektivitas di berbagai wilayah melalui layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta. Layanan ini melayani 1.013.574 pelanggan dari Januari hingga Mei 2026, meningkat 14,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Peningkatan ini menunjukkan pentingnya transportasi ini menuju simpul udara.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Commuter Line Yogyakarta berperan vital dalam mendukung pergerakan masyarakat. Layanan ini melayani 3.854.340 pelanggan pada periode yang sama, naik 7,88 persen dibanding Januari hingga Mei 2025. Layanan ini menghubungkan kawasan pendidikan, perdagangan, dan pariwisata.
LRT Sumsel juga memberikan kontribusi signifikan sebagai sistem angkutan rel perkotaan pertama di Sumatera. Dengan 1.815.017 pelanggan, LRT Sumsel menghubungkan berbagai pusat aktivitas di Palembang. Ini termasuk kawasan permukiman, pusat bisnis, hingga Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.
LRT Sumsel menggunakan tenaga listrik dengan sistem Listrik Aliran Bawah (third rail) bertegangan 750 V DC. Sistem ini memastikan operasional kereta bebas emisi gas buang langsung selama perjalanan. Sarana digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, mendukung mobilitas urban rendah emisi.
Dampak Positif dan Komitmen KAI Group
Secara keseluruhan, layanan urban berbasis listrik KAI Group memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan. Dengan asumsi rata-rata 10 kilometer perjalanan per pelanggan, inisiatif ini membantu mengurangi emisi sekitar 15.350 ton CO₂e. Pengurangan ini terjadi antara Januari hingga Mei 2026 dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.
Perhitungan ini didasarkan pada data jumlah pelanggan dan faktor emisi transportasi yang tersedia. Hal ini menunjukkan kontribusi nyata KAI Group dalam upaya mitigasi perubahan iklim. “Setiap pelanggan yang beralih ke transportasi publik berbasis listrik ikut membantu menekan beban emisi transportasi harian," ucap Anne.
Anne Purba menegaskan kembali komitmen KAI Group untuk terus memperkuat layanan urban. Tujuannya adalah agar layanan ini semakin mudah diakses, nyaman digunakan, dan relevan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang terus berkembang.
KAI Group bertekad untuk menjadi bagian integral dari solusi transportasi berkelanjutan. Mereka terus berinovasi dalam menyediakan pilihan mobilitas yang ramah lingkungan. Ini mendukung kualitas hidup yang lebih baik di lingkungan perkotaan.
Sumber: AntaraNews