Kadin target bangun terminal LNG di 34 provinsi
Pembangunan terminal LNG dalam lima tahun kedepan itu diperkirakan membutuhkan investasi sebesar USD 10 miliar.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menargetkan pembangunan terminal gas alam cair (LNG) di 34 provinsi. Pembangunan terminal LNG dalam lima tahun kedepan itu diperkirakan membutuhkan investasi sebesar USD 10 miliar.
Wakil Ketua Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah Tertinggal Natsir Mansyur menuturkan rencana tersebut masih menunggu lampu hijau pemerintah.
"Yang penting bagi kita program Kadin merencanakan dalam waktu 5 tahun 34 setiap provinsi terminal LNG ini perlu disinkronkan oleh program pemerintah, harus di sinkronkan," ujar Natsir, Jakarta Selasa (13/1).
Nantinya, lanjut Natsir, pihaknya bakal membuat rincian atau kajian pembangunan LNG Terminal tersebut agar seirama dengan program beberapa kementerian yang terkait.
"Rincian studi pembangunan LNG ini, sesuai dengan masukan pemerintah, mulai dari ESDM, Perindustrian, Perekonomian," tuturnya.
Natsir berharap, rencana tersebut segera mendapatkan lampu hijau dari pemerintah agar dapat langsung dieksekusi.
"Semoga dalam waktu dekat ini kita sudah mulai membangun," ucap Natsir.
Natsir menilai, saat ini dalam negeri membutuhkan pasokan gas yang besar guna memuluskan program produksi produk turunan dari beberapa bahan mentah, seperti CPO (crude palm oil).
"Sehingga Kadin bisa membangun LNG terminal sebagai penunjang kebutuhan PLN ke depan yang mencapai 2.350 MMBTU untuk listrik," tandasnya.
Baca juga:
Pemerintah minta pembangunan 34 terminal LNG dikaji mendalam
Majukan Papua, pemerintah dituntut beri transportasi murah
Calon kota terhebat di dunia ada di Papua Barat
1 Liter premium di Papua Rp 50.000, jika cuaca buruk Rp 150.000
Ekonomi tertinggal jauh, alasan investor enggan masuk ke Papua
Ini hambatan kemajuan Papua meski dibangun sejak 1980