Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah minta pembangunan 34 terminal LNG dikaji mendalam

Pemerintah minta pembangunan 34 terminal LNG dikaji mendalam pipas gas. shutterstock

Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui efektivitas pembangunan terminal Liquefied Natural Gas (LNG) di Indonesia. Meski begitu, penggunaan gas untuk kebutuhan dalam negeri membutuhkan infrastruktur memadai.

"Kalau gas kondisi yang krusial karena penggunaannya harus diantar harus disambungkan harus dikaitkan dengan pipa melalui CNG maupun LNG, dengan kondisi di Indonesia ini yang efektif untuk dibangun," ujar Direktur Program Migas Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas Kementerian ESDM Agus Cahyono di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (13/1).

Agus meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengkaji lebih dalam rencana pembangunan terminal LNG di 34 provinsi. Salah satu alasannya, kebutuhan pipa untuk merealisasikan pembangunan LNG ini tidak sedikit.

"Kalau dihitung beberapa kebutuhan pipa? Infrastrukturnya mahal sekali, hal yang lain lagi apakah itu di pipa kan atau LNG ini membutuhkan kapasitas yang besar, jadi kajian suplai demandnya harus fix," tuturnya.

Pemerintah berjanji mendukung Kadin terkait rencana pembangunan infrastruktur gas, seperti LNG terminal.

"Secara keseluruhan sampai 2030 dengan demand yang terus meningkat, diproyeksikan akan mengalami kekurangan, semoga eksplorasi mendapatkan cadangan yang baru," singkatnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP