JK ungkap alasan RI niat gabung TPP hindari ekspor dipersulit
Pertimbangan utama Indonesia berniat gabung dengan Trans-Pacific Partnership (TPP) untuk pangsa pasar yang lebih luas.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pertimbangan utama Indonesia berniat gabung dengan Trans-Pacific Partnership (TPP) untuk pangsa pasar yang lebih luas.
Selain itu, pemerintah juga berupaya meminimalisir adanya potensi diskriminasi produk dan barang asal Indonesia oleh negara-negara anggota pasar bebas buatan Amerika Serikat (AS) ini.
"Jadi nanti orang industri di anggota lainnya kayak Malaysia, Vietnam bisa dia barangnya lebih murah dari kita untuk diekspor ke negara-negara anggota mereka (TPP)," papar Wapres JK di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (20/11).
Indonesia, menurutnya, membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk melakukan kajian dokumen kepesertaan kelompok TPP. TPP sendiri, lanjut JK, belum efektif lantaran masing-masing negara yang sepakat untuk bergabung dengan TPP masih harus melakukan ratifikasi aturan-aturan di dalam negerinya masing-masing sebelum TPP berlaku.
"Kan ini mengikat jangka panjang jadi harus membentuk undang-undang, jadi masih harus diratifikasi oleh parlemen masing-masing," ujar JK.
Baca juga:
Hadiri APEC, JK sebut tak ada agenda bahas blok dagang AS
Perdagangan bebas, Faisal Basri nilai RI perlu kementerian baru
Mahasiswa Solo desak Jokowi batalkan rencana gabung TPP
DPR ragukan kesiapan Indonesia gabung Trans Pacific Partnership
Indonesia gabung blok dagang AS, pengangguran berpotensi naik
LSM asing: Kesepakatan blok dagang AS lebih buruk dari perkiraan
Bertemu Dubes AS, Fadli Zon tolak Trans Pacific Partnership