LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini rahasia Pemda Sleman genjot produksi padi di lahan sempit

Penerapan teknologi ini membuat pihaknya bisa menghasilkan padi dua kali lipat.

2016-05-05 18:30:00
Swasembada Pangan
Advertisement

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Widi Sutikno mengatakan pemerintah harus bisa mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas lahan. Sebab, beberapa kabupaten di Indonesia hanya memiliki lahan yang sempit, bahkan kurang dari 1.000 meter.

Salah satunya dengan penerapan teknologi mina padi kolam dalam yang sudah diterapkan di Sleman, Yogyakarta sejak 2011. Penerapan teknologi ini membuat pihaknya bisa menghasilkan padi dua kali lipat dari penanaman padi biasa.

"Tahun 2015, kami kerja sama dengan FAO. Di mana panen padi sebelumnya hanya 96 ton, setelah ada mina padi keluarnya 173 ton. Kenapa? Karena ada simbiosis antara ikan dan padi," kata Widi di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/5).

Dengan begitu, dia mengajak para pemerintah daerah di seluruh Indonesia memanfaatkan teknologi ini. Menurutnya dengan lahan yang terbatas, pemerintah bisa mendapatkan hasil yang berlimpah dan berkualitas.

"Prinsipnya bagian dalam dan bagian dangkal ini maksimal 20 persen dari luas lahan. Karena peningkatan produktivitas padi yang mina padi pasti di atas 20 persen. Jadi meski mengurangi lahan padi tapi tidak mengganggu produktivitas padi dan ketahanan pangan," imbuhnya.

Selain itu, untuk pembuatan kolam hanya dibutuhkan lahan 1.000 meter untuk wilayah luas dan endemik tikus. Dengan lebar 3 meter dan kedalaman minimal 80 cm untuk kolam dalam, dan lebar 1 m dan kedalaman minimal 60 cm untuk kolam dangkal.

Pemilihan lokasi bisa di semua kecamatan, syaratnya harus ada air. Pemupukan pun hanya menggunakan pupuk pada awal tanam, sehingga bisa menghemat pupuk pabrik.

"Selama musim tanam pun kita tidak pakai pestisida. Karena hama diberantas ikan. Jadi beras kita beras sehat. Semua benih pagi juga bisa. Juga ada pemasangan jaring untuk menghalangi burung terhadap ikan maupun burung terhadap padi," jelas Widi.

Untuk pengisian air, Widi mengimbau agar air ada dibawah ketiak padi. Bahkan, masyarakat tidak perlu memberikan banyak pakan untuk ikan karena ikan bisa memakan serangga dari padi.

"Yang terpenting panen ikan 10 hari sebelum panen padi. Sawah dikeringkan, jadi selama perawatan ini hanya 10 hari padi tidak diairi," pungkasnya.

Baca juga:
Niat jadi orang kaya, pengusaha ini malah bantu 5.000 petani jagung
Jaga pakan ternak, pemerintah impor 191 ribu ton jagung
DPR pesimistis produksi jagung surplus tahun ini
Pemerintah harus hati-hati dengan wacana tak impor beras di 2016
Ini yang dibutuhkan Indonesia capai stabilisasi & swasembada pangan
INDEF pertanyakan data surplus pangan pemerintah
Ekonom nilai kebijakan pangan pemerintah belum berpihak pada petani

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.