Ini yang dibutuhkan Indonesia capai stabilisasi & swasembada pangan
Merdeka.com - Stabilisasi pangan di Indonesia hingga saat ini dinilai masih belum berhasil. Indikasinya tercermin dari semakin meningkatnya harga pangan pokok dan sumbangan komoditi pangan strategis terhadap inflasi masih relatif tinggi. Kebijakan stabilisasi pangan juga masih artifisial, reaktif dan tidak konkrit. Dampaknya kesejahteraan petani tidak kunjung membaik.
Memperbaiki kondisi pertanian, Indonesia memerlukan Badan Otoritas Pangan yang bertugas mengkoordinasikan, mengsinkronisasikan dan menyusun program program pangan strategis. Pendirian badan atau lembaga ini merupakan amanat UU No 8 Tahun 2012 yang hingga kini masih diabaikan pemerintah.
"Stabilisasi pangan mutlak diperlukan, karena saat ini harga pangan di tingkat konsumen sudah 70 persen di atas harga internasional. Jelas ini merugikan konsumen, dan petani tidak mendapatkan keuntungan yang adil dari tingginya harga pangan tersebut," ucap Deputy Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Perekonomian, Mushdalifah Machmud di Jakarta, Senin (18/4).
Menurut Musdhalifah, untuk mencapai stabilisasi harga pangan diperlukan instrumen pokok yang bukan hanya di peningkatan produksi pangan, akan tetapi adalah kemampuan pemerintah untuk melakukan penyusunan sistem alokasi distribusi panen raya. Selanjutnya pemerintah fokus pada stabilisasi harga di tingkat petani dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan dan daya tawar petani.
Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso mengatakan, BULOG harus memiliki andil yang besar dalam melayani kebutuhan pokok masyarakat melalui pengembangan kerja sama dengan pelaku bisnis di pedesaan.
"Produksi pangan di Indonesia, sangat tergantung pada wilayah Pulau Jawa. Secara geografis, Pulau Jawa terletak di selatan khatulistiwa. Konsekuensinya, mudah terkena serangan el nino. Ancaman kekeringan tahun lalu telah mengakibatkan mundurnya musim tanam di tahun ini, dan jika ramalan BMKG benar, bahwa tahun ini musim kemarau akan berlangsung lebih cepat, maka produksi pangan kita terutama beras tidak akan mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Jelas ini akan menyebabkan kelangkaan. Dalam keadaan seperti ini peran BULOG perlu dioptimalkan," katanya
Direktur Eksekutif INDEF, Enny Sri Hartati mengatakan, kunci stabilisasi pangan adalah manajemen pasokan, dan itu peranannya ada di BULOG. Pemberdayaan BULOG sangat penting dalam mengendalikan pasokan.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya