Ini penyebab laba Taspen 2015 anjlok drastis
Penurunan laba bersih sepanjang 2015 tidak ada kaitannya dengan penurunan kinerja perseroan.
PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) membukukan laba bersih sepanjang 2015 sebesar Rp 577,9 miliar. Angka tersebut naik sebesar 101,39 persen dari laba yang ditetapkan pada Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar Rp 569,98 miliar.
Namun, apabila dibandingkan dengan laba bersih 2014, angka tersebut turun drastis yakni mencapai 83,32 persen dari nilai laba bersih Rp 3,46 triliun 2014.
Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro menjelaskan penurunan laba bersih ini disebabkan terbitnya UU No.5 tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara terkait batas usia pensiun (BUP) dari 56 tahun menjadi 58 tahun.
"Kan ada perpanjangan usia pensiun dari 56 ke 58," kata Iqbal di Hotel Novotel, Bogor, Sabtu (27/2).
Direktur Investasi Taspen, Iman Firmansyah memaparkan, perpanjangan usia pensiun berimbas pada minimnya klaim yang diajukan para pensiunan. "Pada saat diperpanjang usia pensiun dari 56 ke 58 kan otomatis klaimnya berhenti, enggak ada klaim, tapi klaimnya terbatas," jelasnya.
"Klaim itu memang besar, klaim itu antara Rp 5-6 triliun, cadangannya ya," imbuhnya.
Iman menegaskan, penurunan laba bersih sepanjang 2015 tidak ada kaitannya dengan penurunan kinerja perseroan. "Bukan karena kinerja. Kalau kinerja mah tetap," tuturnya.
Iman mengatakan, saat ini kondisinya sudah kembali berjalan normal. Perseroan sudah kembali menerima klaim dari para pensiunan. "Sekarang sudah normal lagi, klaim. Sudah ada lagi, mulai ada yang pensiun lagi," tutupnya.
Baca juga:
PNS di 102 Pemda belum terlindungi asuransi kecelakaan dan kematian
Sejak Juli 2015, Taspen bayar jaminan kematian PNS Rp 131 miliar
Taspen layani jaminan kecelakaan kerja dan kematian PNS
2015, Taspen catatkan laba bersih Rp 577 miliar
Ini cara Taspen permudah pembayaran & pencairan dana pensiun
Taspen gandeng KPK berantas gratifikasi
Perluas layanan untuk PNS, Taspen gandeng Bank Yudha Bakti