Ini keuntungan perusahaan BUMN melantai di bursa saham versi BEI
"Kegiatan IPO ini lebih memeratakan kepemilikan."
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong perusahaan Badan Umum Milik Negara (BUMN) bergabung menjadi emiten di Bursa Saham Indonesia (BEI). Dengan aksi ini, perusahaan pelat merah akan lebih transparan dan profesional, selain nanti adanya keuntungan finansial.
Direktur Penilaian BEI, Samsul Hidayat menegaskan, meski melepas saham di BEI, perusahaan-perusahaan BUMN tetap dikendalikan oleh pemerintah sepenuhnya.
"Kegiatan IPO ini lebih memeratakan kepemilikan. Sebagian BUMN yang tercatat rata-rata punya performa yang baik. Kita mencoba agar domestik investor banyak membeli saham-saham indonesia. Kalau selama ini kurang maka penawarannya lebih ke asing," ujar Syamsul kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/3).
AKsi perusahaan BUMN melantai di bursa saham disebut mampu merangsang investor-investor asing untuk menanamkan sahamnya. Menurut dia, ini menjadi keuntungan sendiri buat pemerintah dalam kepercayaan investasi di tanah air.
"Kalau pemerintah ingin melepas kan menimbulkan kepercayaan untuk investor asing. Kalau ketertarikan asing kan akan jadi sinyal positif. Potensi keuntungan di indoensia besar sekali," tuturnya.
Baca juga:
JK minta BUMN ramaikan pasar modal tahun depan
Menteri Rini tak ingin BUMN bergantung pada suntikan modal negara
Awal tahun, OJK ungkap belum ada BUMN berminat melantai di bursa
Agar lebih transparan, BUMN didorong untuk melantai di BEI
Meski dibeli asing, BUMN yang melantai di bursa tetap punya NKRI