Indef Sebut Kabinet Periode II Jokowi Harus Tepat Ambil Kebijakan
Peneliti ekonomi INDEF (Institute For Development of Economics and Finance) Enny Sri Hartati mengatakan, Presiden Joko Widodo harus memilih orang yang tepat sebagai pembantunya di periode kedua. Hal ini perlu agar program yang direncanakan dapat berjalan, serentak memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Peneliti ekonomi INDEF (Institute For Development of Economics and Finance) Enny Sri Hartati mengatakan, Presiden Jokowi harus memilih orang yang tepat sebagai pembantunya di periode kedua. Hal ini perlu agar program yang direncanakan dapat berjalan, serentak memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
"Jadi yang paling utama adalah mempunyai Menteri yang benar-benar memberikan kepastian kepada pasar policy-nya. Sehingga untuk bisa memberikan kepastian itu kan berarti integritasnya itu harus benar-benar pakem betul," ujar dia, dalam diskusi, di Jakarta, Sabtu (6/7).
Integritas pakem, dalam pengertian Enny, merupakan ketepatan dalam membuat kebijakan. Artinya kebijakan yang dilahirkan sudah melewati proses yang matang.
"Ketika integritasnya pakem itu mestinya gini, ketika kebijakan itu dikeluarkan, itu sudah dengan perencanaan dan pertimbangan yang sangat matang. Jadi bukan hari ini kebijakan dikeluarkan, nanti sore dianulir. Itu sudah pasti tidak memberikan suatu kepastian kepada pasar," tegasnya.
Dengan demikian, kebijakan yang dikeluarkan dapat menjadi panduan bagi para pelaku usaha dalam berbisnis. "Jelas kalau mereka bisa dijadikan guidance, panduan. Jadi tidak perlu semua dilakukan oleh pemerintah," jelasnya.
"Katakanlah untuk sekarang (pemerintahan Jokowi) mau membangun infrastruktur. Infrastruktur yang akan kita prioritaskan itu apa. Nah kalau itu tepat dan itu mampu nanti memenuhi kebutuhan pasar, maka dengan sendirinya itu akan di-follow dengan berbagai macam kegiatan investasi oleh dunia usaha," tandasnya.
Baca juga:
Indef Usul Kementerian Olahraga Digabung dengan Pariwisata
Kader PKB: Menteri Desa dan Menteri Agama Cocoknya dari Kami
Politisi Golkar Sebut Anak Muda Di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Terobosan Menarik
Klaim Sudah Kerja Keras Menangkan Jokowi, OSO Kirim Sinyal Minta Kursi Menteri?
PKB Yakin Jokowi Bakal Jatah Menteri Secara Proporsional Untuk Partai Koalisi
PKB Tegaskan Kursi Pimpinan MPR Tertutup Untuk Oposisi
Kadir Karding Minta Jatah Menteri NU dan PKB Dipisah