LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Inalum Bantu Freeport Dapat Izin Persaingan Usaha Dari 5 Negara

Bantuan tersebut, yaitu membantu PT Freeport Indonesia untuk mendapat izin pelaporan persaingan usaha (anti-trust filing) dari lima negara yang menjadi negara sasaran ekspor tembaga hasil produksi Freeport Indonesia yaitu Indonesia, Jepang, Korea Selatan, China, dan Filipina.

2018-11-22 15:23:37
inalum
Advertisement

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebagai calon pemegang saham mayoritas PT Freeport Indonesia, Inalum berwenang memberikan bantuan untuk menyelesaikan urusan Freeport Indonesia.

Bantuan tersebut, yaitu membantu PT Freeport Indonesia untuk mendapat izin pelaporan persaingan usaha (anti-trust filing) dari lima negara yang menjadi negara sasaran ekspor tembaga hasil produksi Freeport Indonesia yaitu Indonesia, Jepang, Korea Selatan, China, dan Filipina.

"Kita kejar lima negara, Indonesia, Japan, Korsel dan China," kata Budi, di sela sebuah diskusi, di kawasan bisnis Sudirman, Jakarta, Kamis (22/11).

Advertisement

Menurut Budi, negara yang sudah memberikan izin adalah Indonesia dengan syarat setelah transaksi pembelian saham selesai, kemudian Jepang dan Korea Selatan telah memberikan izin.

"Cuma Indonesia bisa sesudah transaksi. Jadi empat yang mesti kita kejar sebelum transaksi, dua sudah keluar dari Japan dan Korsel," ujarnya.

Budi mengungkapkan, Filipina dan China belum memberikan izin ke Freeport Indonesia. Namun Budi telah berusaha melobi otoritas yang ada di China, untuk segera memberikan izin eskspor tembaga negara tirai bambu tersebut. Baginya, izin dari China amat penting sebab China merupakan negara sasaran ekspor besar.

Advertisement

"Keluarnya itu dalam bentuk izin. Karena China itu importnya besar sekali copper. Mereka lihat kalau ada corporate action dari perusahaan yang berkaitan dengan copper ingin pastikan tidak terjadi kartel neken harga impor mereka. Di mata China itu impor. Izin keluar itu biar mereka bisa masuk ke China," tandasya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Bos Inalum Soal Divestasi Saham Freeport: Kita Jadi Perusahaan Tambang, Bukan Timbang
Rombak Jajaran Pejabat ESDM, Jonan Ultimatum IUPK Freeport Selesai Dalam 2 Minggu
Freeport Kirim 14 Pemuda Papua Ikuti Ekspedisi Bhineka
Inalum Tunda Pembayaran Saham Divestasi Freeport, Ada Apa?
Soal Blok Mahakam, Rokan, Freeport, Jokowi Ngaku Dapat Tekanan Berat

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.