IHSG tengah babak belur, HK Realtindo undur IPO hingga akhir 2016
Melalui IPO tersebut, HK Realtindo menargetkan pembiayaan dana sekitar Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,5 miliar.
PT HK Realtindo mengaku saat ini tengah menunda rencana untuk melantai di bursa saham Indonesia. Penundaan tersebut lantaran anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) akibat dampak perlambatan ekonomi global.
Presiden Direktur HK Realtindo Muhammad Fauzan mengatakan awalnya Perseroan berencana melantai di bursa pada tahun ini. Namun, hal tersebut diundur menjadi kuartal IV 2016.
"Waktu 2014 kita berwacana coba di 2015. Momentumnya agak kurang, jadi kita tunda," ujar dia di Pacific Place, Jakarta, Jumat (18/9).
Dia menegaskan saat ini perusahaan masih melihat kondisi pasar dan perekonomian yang terjadi ke depannya. Fauzan pun tak menutup kemungkinan adanya penundaan kembali hingga di 2017.
"Tetapi maksimal target kami paling lama 2017. Namun target di Kuartal IV 2016 dengan memakai pembukuan Kuartal III 2016," kata dia.
Melalui IPO tersebut, HK Realtindo menargetkan pembiayaan dana sekitar Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,5 miliar. Sementara rencana obligasi pada awal tahun depan tetap berjalan.
"Obligasi awal tahun depan dengan target Rp 650 hingga Rp 750 miliar," pungkas dia.
Baca juga:
Waspadai sentimen negatif picu pelemahan IHSG
Gerak IHSG diprediksi rentan melanjutkan pelemahan
Bernasib sama dengan Rupiah, IHSG masih sulit keluar dari zona merah
Tidak sampai 1 persen pekerja Indonesia yang berinvestasi
Berharap bank sentral Amerika tak naikkan suku bunga