LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

IHSG diprediksi bakal kembali menguat, ini 3 faktor pemicunya

RUU Pengampunan Pajak adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG.

2016-05-29 10:00:00
IHSG
Advertisement

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan berbalik menuju tren bulish atau menguat di 2016 ini. Ekonom PT Mandiri Sekuritas, Leo Putra Rinaldy mengatakan, setidaknya ada tiga faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG agar terus menguat.

"Ketiga unsur ini masih menjadi perhatian utama dari market yang selama tahun ini bergerak dalam tren melemah. Kalau tiga aspek ini sudah dilakukan dan direalisasikan, maka pasar akan kembali bullish," kata Leo di Tangerang, Banten, Minggu (29/5).

Faktor pertama adalah terkait dengan pembahasan APBN-Perubahan 2016 yang diperkirakan bakal memangkas sejumlah target belanja, asumsi makro ekonomi, pun penerimaan pajak. Pemangkasan anggaran ini dinilai akan membuat target perekonomian lebih realistis.

Advertisement

"Market akan melihat revisi APBN seperti apa. Apakah target revenue diturunkan ke target yang realistis," ujar Leo.

Kemudian yang kedua berkaitan dengan pembahasan RUU tax amnesty atau pengampunan pajak. "Selain revisi anggaran, ada juga sentimen yang terkait dengan penetapan kebijakan tax amnesty," imbuh Leo.

Lebih khusus Leo menilai kebijakan tax amnesty akan membantu mengurangi risiko fiskal serta meringankan beban anggaran pemerintah. "Pada Juni-Agustus merupakan periode paling critical buat market. Kalau Juni tax amnesty diloloskan, maka revenue bisa teramankan," ucap Leo.

Advertisement

Dalam pandangan Leo, apabila risiko fiskal bisa diatasi pemerintah, maka lembaga rating internasional, Standard & Poor's akan menetapkan Indonesia berstatus layak investasi. "Faktor S&P yang akan memberikan rating, seharusnya memberikan dampak positif terhadap market," katanya.

Selain faktor domestik tersebut, masih ada faktor eksternal yang akan mempengaruhi pasar, yakni perubahan struktur kebijakan ekonomi China dan Amerika Serikat, terutama wacana The Federal Reseve untuk menaikkan tingkat suku bunga yang akan mempengaruhi nilai tukar rupiah.

Baca juga:
Urai macet Lebaran, 4 pintu tol Cikarang-Brebes Timur bakal ditutup
Mudik Lebaran, ruas tol Bawen-Salatiga dipastikan bisa difungsikan
Pemerintah harap konsumsi kopi di Indonesia meningkat
Belum teken perjanjian kontrol tembakau, RI dinilai setara Somalia
Menperin: Di tangan anak muda, kopi jadi industri kreatif
Kadin minta pemerintah tak larang ekspor kelapa

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.