Hasil RUPSLB: PT PP Presisi Rombak Susunan Pengurus Perusahaan
Komisaris Utama, Yul Ari Pramuraharjo memaparkan, PP Presisi telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp3,5 triliun hingga Agustus 2021.
PT PP Presisi Tbk hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2021. Rapat digelar di bawah protokol kesehatan yang ketat & prosedur pencegahan penularan Covid-19.
RUPSLB yang dipimpin oleh Yul Ari Pramuraharjo, selaku Komisaris Utama ini menyetujui beberapa agenda. Pertama yaitu memberhentikan dengan hormat Muhammad Toha Fauzi sebagai Komisaris sehubungan dengan penunjukan beliau sebagai Direktur Operasi I PT Brantas Abipraya (Persero).
Sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi terhitung sejak ditutupnya RUPSLB ini, untuk masa jabatan 5 tahun, sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Yul Ari Pramuraharjo
Komisaris: Sumardi
Komisaris Independen: Indra Jaya Rajagukguk
Direksi
Direktur Utama: Rully Noviandar
Direktur: Benny Pidakso
Direktur: M. Wira Zukhrial
Direktur: Muhammad Darwis Hamzah
Kantongi Kontrak Baru
Komisaris Utama, Yul Ari Pramuraharjo memaparkan, PP Presisi telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp3,5 triliun hingga Agustus 2021.
"Meningkat sebesar 103 persen secara tahunan dari Rp1,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Di mana, 32 persen merupakan kontrak jasa pertambangan," kata dia dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (22/9).
Dia menjelaskan, perolehan kontrak baru dari jasa pertambangan merupakan prestasi PPRE yang akan menjadikan lini bisnis jasa pertambangan sebagai sumber recurring income. Sekaligus sebagai mitigasi risiko bisnis sektor konstruksi.
Baca juga:
PLN Gandeng Jasindo Asuransikan Aset Senilai USD 25 Miliar
Wamen BUMN: Holding Ultra Mikro Miliki Data yang Lebih Baik untuk Penyaluran Bansos
Berantas Pinjol Ilegal, Holding Ultra Mikro Bakal Miliki Produk Kredit Harian
Pemerintah Kaji Pegadaian Menjadi Bank Bullion, Pertama di Indonesia
Erick Thohir Sebut PMN ITDC untuk Persiapan ASEAN Summit 2023
Kawasan Industri Jadi Andalan Amarta Karya Genjot Kinerja Bisnis
Mengupas Kekuatan BUMN Pangan Pasca Penggabungan