Pemerintah Kaji Pegadaian Menjadi Bank Bullion, Pertama di Indonesia
Merdeka.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan pihaknya akan mendorong Pegadaian menjadi institusi pertama di Indonesia sebagai Bank Bullion atau bank emas. Diketahui, aturan mengenai bank bullion ini masih digodok oleh Kementerian Koordinator Perekonomian.
"Di Indonesia belum ada bank yang menyimpan emas secara fisik, sebenarnya Pegadaian sudah melakukan itu meski statusnya masih sebagai titipan. Nah semoga ada aturan baru soal itu, maka kami akan mengajukan Pegadaian sebagai institusi pertama yang menjadi bank bullion pertama," kata Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (22/9).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto tengah mengkaji pembentukan Bullion Bank dalam rangka mengelola komoditas emas seiring dengan Indonesia yang memiliki tambang emas sangat besar.
"Kita memiliki pertambangan yang besar dan salah satu yang sedang dikaji oleh pemerintah adalah pembentukan Bullion Bank," katanya dalam Raker Kementerian Perdagangan 2021.
Dia optimis pembentukan bullion bank dapat memberikan banyak manfaat. Manfaat tersebut meliputi penghematan devisa bagi pemerintah, industri mendapatkan sumber pembiayaan proyek, diversifikasi produk bagi bank, serta masyarakat akan mendapatkan return dari simpanannya.
Selanjutnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDia melanjutkan, pertambangan Grasberg di Papua merupakan tambang emas terbesar di dunia setelah South Deep Gold Mine di Afrika Selatan dengan cadangan emasnya mencapai 30,2 juta ounces. "Emas yang dihasilkan dari tambang Grasberg merupakan produk ikutan dari tembaga," ujarnya.
Selain itu, Indonesia juga merupakan negara produsen emas terbesar ketujuh di dunia dengan produksi 2020 mencapai 130 ton per tahun atau 4,59 juta ounce.
Di sisi lain, aneka tambang atau ANTAM sebagai produsen asal Indonesia hanya tergolong sebagai junior gold miner company dengan produksi pada 2020 sebesar 1,7 ton. Sementara konsumsi emas Indonesia cenderung masih rendah dengan rincian untuk retail investment 172.800 ounces dan perhiasan 137,600 ounces.
Reporter: Arief Rahman
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya