Harga Pangan Terkini: Bawang Merah dan Cabai Rawit Merah Masih Tinggi Menurut PIHPS
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) merilis data terkini harga pangan nasional. Bawang merah dan cabai rawit merah tercatat masih tinggi, memicu kekhawatiran masyarakat.
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia kembali merilis data terbaru mengenai harga komoditas pangan. Data ini menunjukkan beberapa komoditas strategis masih berada di level harga yang cukup tinggi, berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Pembaruan harga ini penting untuk memantau stabilitas ekonomi nasional dan mengantisipasi potensi inflasi.
Menurut laporan PIHPS pada Sabtu, 14 Februari 2026, harga bawang merah secara nasional mencapai Rp44.350 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah juga tercatat dengan harga signifikan, yaitu Rp76.500 per kilogram di tingkat pedagang eceran. Angka-angka ini menjadi perhatian utama bagi konsumen dan pemerintah.
Selain kedua komoditas tersebut, PIHPS juga mencatat pergerakan harga untuk berbagai bahan pokok lainnya. Data ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan terkait kebutuhan pangan. Fluktuasi harga pangan seringkali menjadi indikator penting kondisi ekonomi rumah tangga.
Komoditas Bumbu Dapur Utama Melonjak
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan kenaikan signifikan pada beberapa komoditas bumbu dapur esensial. Harga bawang merah per kilogram mencapai Rp44.350, menunjukkan tren yang perlu diwaspadai oleh konsumen. Kenaikan ini dapat berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga sehari-hari.
Lebih lanjut, harga cabai rawit merah tercatat sangat tinggi, mencapai Rp76.500 per kilogram di pasar eceran nasional. Angka ini menempatkan cabai rawit merah sebagai salah satu komoditas dengan harga termahal saat ini. Kondisi ini seringkali disebabkan oleh faktor cuaca atau distribusi yang kurang lancar.
Tidak hanya bawang merah dan cabai rawit merah, bawang putih juga mengalami kenaikan harga. PIHPS melaporkan bahwa harga bawang putih berada di kisaran Rp41.050 per kilogram. Stabilitas harga komoditas bumbu dapur ini sangat krusial untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
Harga Beras dan Cabai Lainnya Bervariasi
Selain bumbu dapur, PIHPS juga merinci harga berbagai jenis beras di pasaran nasional. Beras kualitas bawah I tercatat seharga Rp14.500 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II sedikit lebih rendah di Rp14.450 per kilogram. Ketersediaan beras dengan harga terjangkau sangat penting bagi masyarakat.
Untuk beras kualitas medium, harga menunjukkan sedikit perbedaan antara kualitas I dan II. Beras kualitas medium I dijual seharga Rp15.950 per kilogram, sementara kualitas medium II berada di Rp15.800 per kilogram. Perbedaan harga ini seringkali dipengaruhi oleh tingkat permintaan dan penawaran di pasar.
Sementara itu, harga beras kualitas super juga bervariasi, dengan kualitas super I mencapai Rp17.200 per kilogram dan kualitas super II di Rp16.700 per kilogram. Selain itu, PIHPS mencatat harga cabai merah besar Rp44.100 per kilogram, cabai merah keriting Rp46.200 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp53.550 per kilogram. Variasi harga ini menunjukkan dinamika pasar yang kompleks.
Komoditas Protein dan Minyak Goreng Stabil
Dalam kategori protein, harga daging ayam ras tercatat di Rp41.500 per kilogram, menunjukkan stabilitas yang relatif baik. Konsumsi daging ayam merupakan salah satu sumber protein utama bagi masyarakat Indonesia. Harga yang stabil membantu menjaga daya beli konsumen.
Daging sapi juga memiliki dua kategori harga, dengan kualitas I mencapai Rp143.750 per kilogram dan kualitas II di Rp135.600 per kilogram. Meskipun tergolong tinggi, harga ini relatif stabil dibandingkan fluktuasi komoditas lain. Ketersediaan pasokan menjadi kunci dalam menjaga harga daging sapi.
Untuk komoditas gula, gula pasir kualitas premium dihargai Rp19.850 per kilogram, dan gula pasir lokal Rp18.450 per kilogram. Harga minyak goreng curah tercatat Rp19.000 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing Rp22.650 dan Rp21.800 per liter. Telur ayam ras juga stabil di Rp32.050 per kilogram, memberikan gambaran menyeluruh mengenai harga pangan di pasar.
Sumber: AntaraNews