Harga minyak dunia diprediksi naik usai Trump menang pilpres AS
Walau begitu, dirinya mengatakan pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah atas kenaikan harga minyak dunia. Sebab, Indonesia belum memiliki ketahanan energi dan masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM).
Donald Trump dinyatakan sebagai pemenang Pemilihan Presiden Amerika Serikat. Trump telah menguasai 276 electoral collage dan Hillary hanya meraup 218.
Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih menilai kemenangan Trump akan membuat harga minyak mentah dunia naik.
"Kalau kita perhatikan setiap Pilpres AS dari Partai Republika biasanya mereka dalam beberapa kali melakukan invasi ke beberapa negara lain. Nah, ini selalu membuat harga minyak mentah dunianya naik, buat Indonesia dalam jangka pendek tentu harga komoditas itu akan membantu," kata Lana saat di temui di Gedung BI, Jakarta, Rabu (9/11).
Walau begitu, dirinya mengatakan pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah atas kenaikan harga minyak dunia. Sebab, Indonesia belum memiliki ketahanan energi dan masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau BBM naik tentunya inflasi kita naik. Kalau harga komoditas naik itu akan diikuti harga komoditas pangan yang naik, kalau itu naik inflasi double attack baik dari makanan maupun bahan bakar," jelasnya.
Kemudian, Lana menambahkan kemenangan Trump ini juga berimbas terhadap kenaikan harga emas. "Tambang lainnya juga ikut meningkat. Nah klo tambang lain ini meningkat tentu akan banyak membantu Indonesia karena kita punya banyak kemampuan ekspor yang cukup besar," pungkasnya.
Baca juga:
Menko Darmin: Pilpres AS tak bikin bencana pada ekonomi RI
Rupiah terpuruk dihantam kemenangan Trump di pilpres AS
IHSG merosot usai Trump terpilih jadi Presiden AS
Saham-saham MNC Grup bergairah usai Trump menang pilpres AS
Ini kepala negara pertama yang ucapkan selamat kepada Trump
Ini respons Sri Mulyani soal ekonomi RI usai Trump jadi Presiden AS
Fadli Zon sebut kemenangan Trump bawa efek positif bagi Indonesia