Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran Serang Pangkalan Militer Amerika Serikat
Penurunan harga minyak mentah ini merupakan yang terendah sejak Israel mulai melakukan serangan udara ke Iran pada 13 Juni.
Harga minyak mentah mengalami penurunan yang signifikan pada perdagangan hari Senin. Penurunan ini terjadi setelah serangan rudal yang dilancarkan oleh Iran terhadap pangkalan udara AS di Qatar, yang ternyata tidak menyebabkan korban jiwa.
Kejadian ini memunculkan harapan di kalangan investor bahwa mungkin akan ada solusi untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Mengutip CNBC pada Selasa (24/6), harga minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar USD 5,33 atau 7,22 persen, sehingga ditutup pada harga USD 68,51 per barel. Di sisi lain, harga minyak patokan global Brent juga turun, yakni sebesar USD 5,53 atau 7,18 persen, dan ditutup pada USD 71,48 per barel.
Penurunan harga minyak mentah ini merupakan yang terendah sejak Israel mulai melakukan serangan udara ke Iran pada 13 Juni.
Menurut laporan NBC News, saluran TV pemerintah Iran mengabarkan bahwa pasukan Iran telah meluncurkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar sebagai respons terhadap serangan AS yang menargetkan fasilitas nuklir utama Iran pada akhir pekan lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengonfirmasi bahwa serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, dan sistem pertahanan udara Qatar berhasil mencegat rudal yang diluncurkan oleh Iran.
Pada malam sebelumnya, harga minyak mentah sempat melonjak setelah AS bersatu dengan Israel dalam menghadapi Iran. Harga minyak Brent bahkan naik lebih dari 5 persen hingga mencapai USD 81, namun kemudian mengalami penurunan kembali. Sementara itu, harga minyak WTI juga mencapai puncaknya sejak Januari sebelum akhirnya turun kembali.
Ketegangan akan Berkurang
Menteri Energi, Chris Wright, menyatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada hari Senin bahwa penjualan minyak mentah di pasar menunjukkan keyakinan investor bahwa konflik akan mereda setelah serangan Presiden Donald Trump terhadap Iran pada akhir pekan lalu.
Kepala analis komoditas global dari RBC Capital Markets, Helima Croft, menambahkan bahwa ada sebagian pelaku pasar yang berpendapat bahwa Trump telah berhasil meningkatkan ketegangan.
"Pada dasarnya, strategi perdamaian melalui kekuatan," ujar Croft. "Jika kita tidak mendapatkan apa pun lagi dari Iran, Presiden Trump akan menang besar dalam hal ini," tambahnya.
Trump juga mengucapkan terima kasih kepada Iran melalui sebuah unggahan di media sosialnya, "karena memberi kami pemberitahuan awal" mengenai serangan tersebut, yang mengakibatkan tidak ada korban jiwa.
Dalam pernyataannya, Presiden AS tersebut mengajak Republik Islam untuk berusaha menuju perdamaian dan menyatakan bahwa ia akan mendorong Israel untuk melakukan hal yang sama.
Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh Trump diharapkan dapat menciptakan stabilitas di kawasan tersebut dan memperlihatkan sikap proaktif dalam menangani konflik yang ada.