Gudang Filial Polda Papua Barat Sukses Perluas Distribusi Beras Murah Bulog
Bulog Manokwari mengapresiasi peran Polda Papua Barat dalam mendirikan gudang filial. Inisiatif ini secara signifikan membantu perluasan distribusi beras murah SPHP ke lima kabupaten yang sebelumnya tidak memiliki gudang Bulog, memastikan harga terjangkau
Bulog Manokwari menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Polda Papua Barat atas inisiatif pendirian sejumlah gudang filial. Keberadaan gudang-gudang ini terbukti sangat membantu dalam pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang terjangkau. Langkah strategis ini memastikan ketersediaan beras murah bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil.
Kepala Bulog Manokwari, Sheika Irawaty, pada Rabu (10/12) di Manokwari, menjelaskan bahwa gudang filial berfungsi sebagai tempat penyimpanan stok beras sementara. Gudang ini didirikan oleh Polda Papua Barat di lima kabupaten yang belum memiliki fasilitas gudang Bulog. Inovasi ini menjadi solusi efektif untuk mengatasi kendala logistik.
Dari tujuh kabupaten di Papua Barat, gudang Bulog hanya tersedia di Manokwari dan Fakfak. Oleh karena itu, lima kabupaten lainnya, yakni Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Pegunungan Arfak, dan Kaimana, sangat terbantu dengan adanya gudang filial ini. Polda Papua Barat juga aktif terlibat dalam proses pendistribusian beras SPHP dari gudang utama Bulog Manokwari menuju gudang-gudang filial tersebut.
Peran Gudang Filial dalam Stabilisasi Harga Pangan
Kehadiran gudang filial memiliki dampak besar terhadap stabilisasi harga pangan di tingkat lokal. Pedagang di lima kabupaten yang sebelumnya kesulitan akses kini dapat menjual beras SPHP dengan harga yang terjangkau kepada masyarakat. Hal ini menciptakan pemerataan harga dan mencegah praktik penimbunan.
Harga beras SPHP yang keluar dari gudang filial tetap sama dengan harga di gudang Bulog Manokwari. Harga tersebut ditetapkan sebesar Rp11.600 per kilogram atau Rp58.000 per kemasan 5 kilogram. Konsistensi harga ini menjadi kunci untuk menjaga daya beli masyarakat di wilayah tersebut.
Dukungan dari gudang filial juga memperluas jaringan mitra penjualan Bulog Manokwari. Saat ini, Bulog Manokwari memiliki tujuh mitra penjualan SPHP di Manokwari Selatan dan lima mitra di Teluk Wondama. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam jangkauan distribusi beras murah.
Jangkauan Distribusi dan Kepatuhan Harga
Secara keseluruhan, Bulog Manokwari kini memiliki 66 mitra penjualan SPHP, dengan mayoritas 54 mitra berada di Kabupaten Manokwari. Jaringan distribusi yang luas ini memungkinkan beras SPHP menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Ketersediaan beras dengan harga terjangkau menjadi prioritas utama.
Sheika Irawaty menegaskan bahwa pedagang tidak diperbolehkan menjual beras SPHP di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. HET untuk kemasan 5 kilogram adalah Rp67.500. Kepatuhan terhadap HET sangat penting untuk menjaga stabilitas harga.
Beliau menambahkan, "Distribusi sudah dibantu pemerintah, sehingga harga jual di lima kabupaten juga harus sesuai ketentuan." Pernyataan ini menekankan pentingnya menjaga integritas harga di seluruh rantai pasok. Pengawasan ketat terus dilakukan untuk memastikan tidak ada penyimpangan.
Sinergi untuk Ketahanan Pangan Nasional
Masyarakat di Kabupaten Pegunungan Arfak dan Teluk Bintuni kini juga dapat membeli beras SPHP melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh TNI-Polri. Inisiatif ini semakin memperluas akses masyarakat terhadap beras murah. GPM menjadi salah satu upaya konkret dalam menjaga ketahanan pangan.
Harga beras SPHP yang dijual melalui GPM di dua kabupaten tersebut juga sangat terjangkau, yakni Rp60.000 per 5 kilogram. Program ini membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Kolaborasi antara Bulog dan aparat keamanan sangat efektif dalam implementasi program ini.
Bulog Manokwari berharap kerja sama erat antara Bulog dan Polda Papua Barat dapat terus berlanjut di masa mendatang. Sinergi ini krusial untuk memperluas jangkauan stabilisasi harga pangan di seluruh wilayah Papua Barat. Tujuan akhirnya adalah memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews