Gubernur Khofifah Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Terjangkau di Ngawi Melalui Pasar Murah
Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan Stok Bahan Pokok Aman dan terjangkau bagi masyarakat Ngawi melalui gelaran pasar murah, sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat di Kabupaten Ngawi. Kepastian ini disampaikan melalui gelaran pasar murah yang diadakan di halaman Kepatihan Ngawi pada Sabtu, 6 Juni. Dengan demikian, Stok Bahan Pokok Aman dapat terjaga untuk memenuhi kebutuhan warga.
Dalam pasar murah tersebut, berbagai komoditas strategis yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat tersedia dengan harga di bawah pasaran. Komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, hingga cabai yang harganya sedang fluktuatif, turut dihadirkan. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan harga di pasaran.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara aktif berupaya mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi daerah. Melalui program pasar murah, pemerintah hadir langsung untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Ini adalah bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga kesejahteraan warganya.
Strategi Pemprov Jatim Jaga Ketersediaan dan Harga
Pelaksanaan pasar murah yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur selalu didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat dan perkembangan harga komoditas di lapangan. Gubernur Khofifah menegaskan bahwa komoditas yang dijual tidak hanya bahan pokok utama, tetapi juga item yang mengalami fluktuasi harga dan berpotensi memicu inflasi, seperti cabai. Ketika ada kenaikan harga, Pemprov Jatim berupaya menghadirkan komoditas tersebut agar tetap terjangkau oleh masyarakat.
Berbagai komoditas strategis ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dari pasaran. Misalnya, beras premium dijual Rp14.000 per kilogram dan beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram. Minyak goreng tersedia seharga Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram. Selain itu, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, daging ayam ras Rp30.000 per kemasan, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta cabai Rp5.000 per 200 gram juga tersedia.
Selain menyediakan bahan pokok, pasar murah ini juga menjadi wadah bagi produk industri kecil dan menengah (IKM) lokal. Partisipasi IKM bertujuan untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha daerah. Ini menunjukkan pendekatan holistik Pemprov Jatim dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Sinergi Lintas Sektor Kendalikan Inflasi
Gubernur Khofifah menekankan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat koordinasi dengan Bulog, pemerintah kabupaten/kota, distributor, pelaku usaha, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya. Kerja sama yang kuat menjadi kunci untuk menjaga pasokan tetap aman, distribusi berjalan lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil.
"Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci. Dengan kerja sama yang kuat, kita dapat menjaga pasokan tetap aman, distribusi berjalan lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil," tegas Gubernur Khofifah. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan terpadu dalam menghadapi tantangan ekonomi. Upaya ini memastikan bahwa setiap elemen dalam rantai pasok bekerja harmonis.
Menurut Khofifah, stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan merupakan faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Ini juga memastikan Stok Bahan Pokok Aman secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kehadiran pasar murah di berbagai daerah di Jawa Timur diharapkan dapat memberikan manfaat langsung. Program ini juga berfungsi sebagai instrumen pengendalian inflasi yang efektif, menjaga agar beban ekonomi masyarakat tidak bertambah berat.
Dampak Positif Pasar Murah bagi Masyarakat
Program pasar murah diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan pasokan yang cukup dan harga yang stabil, masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan lebih tenang. Ini mencerminkan kehadiran pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan bagi warganya.
Gubernur Khofifah berharap program pasar murah yang rutin dilaksanakan di berbagai daerah dapat terus berlanjut. Tujuannya adalah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan. Keberlanjutan program ini menjadi prioritas untuk memastikan dampak positif jangka panjang.
"Insya Allah, melalui berbagai ikhtiar yang kita lakukan bersama, stabilitas harga pangan di Jawa Timur dapat terus terjaga dan masyarakat semakin sejahtera," kata Gubernur Khofifah. Komitmen ini menunjukkan dedikasi Pemprov Jatim untuk menciptakan kondisi ekonomi yang stabil dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews