GrabTaxi berambisi lebarkan sayap hingga Eropa
GrabTaxi telah menganggarkan Rp 1,3 triliun untuk membangun sebuah pusat data di Singapura.
Perusahaan aplikasi transportasi Malaysia, GrabTaxi, berambisi memperluas pasar di enam negara Asia Tenggara. Bermodal dana hampir mencapai USD 340 juta atau setara Rp 4,54 triliun, GrabTaxi bakal melakukan ekspansi ke berbagai kota di Malaysia, Singapura, Indonesia, Filipina, Vietnam dan Thailand.
Kepala Pemasaran GrabTaxi, Kiki Rizki, enggan membocorkan perihal rencana ekspansi perusahaan aplikasi tersebut. Namun, dia memastikan saat ini fokusnya adalah melebarkan sayap di kota-kota besar lain di Indonesia. Selain itu, GrabTaxi bakal melebarkan sayap di negara Asia dan Eropa.
"Tentu ada. Kalau investasinya besar itu masa cuma empat kota saja. Pasti ada dong," ujar dia kepada merdeka.com di Jakarta, Kamis (2/7).
Menurut Kiki, pasar Indonesia cukup besar dan potensial untuk produknya yakni GrabBike. Pasalnya, saat ini industri transportasi Indonesia belum begitu bagus. Aplikasi seperti GrabBike akan sangat membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Untuk menambahkan pelayanan, GrabBike juga bakal memperbarui aplikasi setiap tiga bulan sekali. Hal tersebut untuk menutupi trafik data tinggi.
"Kita harus update paling tidak tiga bulan untuk aplikasi GrabBike," jelas dia.
Nantinya, GrabBike pun tidak hanya bermain dalam sistem android ataupun IOS, tetapi juga platform Blackberry. Ke depan, GrabBike bakal memperbanyak platform lantaran saat ini GrabBike sendiri tengah membangun pusat data dan pengembangan di Singapura.
"Kita menaruh budget USD 100 juta atau Rp 1,3 triliun untuk pusat data tersebut," pungkas dia.
Baca juga:
Dari Malaysia, GrabTaxi bawa uang Rp 1,8 T garap pasar Indonesia
Tak mau kalah dari GO-JEK, GrabBike layani 80.000 pelanggan per hari
GrabBike klaim lebih unggul dari GO-JEK