Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak mau kalah dari GO-JEK, GrabBike layani 80.000 pelanggan per hari

Tak mau kalah dari GO-JEK, GrabBike layani 80.000 pelanggan per hari grabbike. ©grabtaxi.com

Merdeka.com - Kemacetan DKI Jakarta membutuhkan solusi nyata. Perusahaan aplikasi transportasi asal Malaysia, GrabTaxi, melihat peluang ini.

GrabTaxi lantas berinovasi dengan mengeluarkan produk baru untuk penduduk Jakarta yakni GrabBike. Konsepnya ialah GrabBike mengakomodir para tukang ojek di Jakarta melakukan jemput bola ke pelanggannya.

GrabBike pun diluncurkan pada awal Juni 2015 dengan armada awal ratusan pengendara tukang ojek. Kehadiran GrabBike bukan tanpa tantangan. Pasalnya, di Indonesia, telah ada produk serupa bernama GO-JEK.

"Kita tidak ngoyo ingin kita ambil semua. Kita tidak begitu. Jadi pertama, kita lihat apa yang penting untuk negara tersebut. Kita lihat satu yang bagus, ya sudah kita jalan dulu. Yang jelas kita mengerti dulu dan adaptasi dengan kota yang ingin kita investasi," ujar Kepala Pemasaran GrabTaxi, Kiki Rizki, kepada merdeka.com di Jakarta, Kamis (2/7).

Namun diakui Kiki, produk GrabBike menjadi idola dari bisnis perusahaannya. Hadir di sejumlah kota besar yakni Padang, Surabaya, Bali, dan Jabodetabek, GrabBike telah memiliki armada hingga mencapai 5.000 pengendara ojek. Bahkan, baru satu bulan berjalan, GrabBike telah menerima pesanan rata-rata 80.000 per hari.

Kiki melanjutkan pihaknya kini tengah menjajaki kelaikan produk ini dari segi regulasi. Pasalnya, bisnis ojek di Indonesia belum memiliki payung hukum.

"Kita cari tahu dulu karena kan kita aplikasi yang baru untuk Indonesia. Dari segi animo dan segi regulasinya. Kita mau memastikan itu tetap berada di jalan yang benar," kata dia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP