GrabBike klaim lebih unggul dari GO-JEK
Merdeka.com - Bergerak di jenis bisnis serupa, GrabBike dan GO-JEK saat ini tengah bersaing merebut pasar Indonesia. Inovasi dan kualitas pelayanan nanti akan menjadi kunci dalam merebut hati konsumen.
Kepala Pemasaran GrabTaxi, Kiki Rizki, menyebut kehadiran perusahaan aplikasi seperti GrabBike dan GO-JEK bukan untuk mengibarkan bendera persaingan. Melainkan, untuk memberikan pilihan baru dalam industri transportasi kepada masyarakat.
"Kita tidak bisa memaksa orang untuk memilih kita. Biarkan publik yang memilih layanan paling aman dan nyaman. Sekali lagi kita tidak memaksa. Dengan persaingan ini kan bakal timbul inovasi-inovasi baru nantinya yang akan membuat masyarakat merasa nyaman dan terlayani," ujar dia kepada merdeka.com di Jakarta, Kamis (2/7).
Menurut dia, persaingan antara GrabBike dan GO-JEK sangatlah sehat. Kiki mengakui GrabBike tidak menyiapkan strategi khusus untuk memenangkan persaingan.
Terpenting, kata dia, GrabBike selalu memegang tiga pilar yaitu keamanan, kenyamanan dan kecepatan. Maka diharapkan GrabBike bakal membuat layanan-layanan baru yang dapat menarik minat penumpang.
"Kita lebih ke arah tiga pilar itu saja. Jadi bagaimana kita lebih aman dibanding yang lain dan tentunya apa yang kita tawarkan ke penumpang itu kita bakal buat lebih baik lagi," jelas dia.
Dari sisi operasional armada, diakui, GrabBike kalah ketimbang GO-JEK. Saat ini armada GrabBike hanya mencapai 5.000 pengendara, sedangkan, GO-JEK sudah mencapai 10.000 pengendara. Namun, menurutnya, GrabBike unggul masalah promosi ke konsumen.
GrabBike berhasil memberikan promosi layanannya dengan tarif hanya Rp 5.000 tujuan manapun. Sementara, GO-JEK memberikan tarif promo Rp 10.000 untuk bulan Ramadan ini.
Selain itu, untuk pengendara, GrabBike memberikan reward berupa umroh dan haji gratis bagi tukang ojek berprestasi. Di mana indikatornya yakni nilai kenyamanan dari penumpang serta mendapatkan order terbanyak setiap bulannya.
Tak hanya itu, GrabBike pun memanjakan penumpang dan pengendara dengan pemberian asuransi kecelakaan.
GrabBike pun tidak hanya bermain dalam sistem android ataupun IOS, tetapi juga platform Blackberry. Ke depan, GrabBike bakal memperbanyak platform lantaran saat ini GrabBike sendiri tengah membangun pusat data dan pengembangan di Singapura.
"Kita menaruh budget USD 100 juta atau Rp 1,3 triliun untuk pusat data tersebut," pungkas dia.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya