Gandeng Swasta, Pemerintah Siapkan Rumah Susun Subsidi di Meikarta
Proyek itu ditandai dengan peletakan batu pertama pada 8 Maret 2026 di atas lahan seluas sekitar 30 hektare yang telah berstatus clean and clear.
Pemerintah terus memperkuat upaya penyediaan hunian layak bagi masyarakat dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, mengatakan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta menjadi bentuk terobosan kolaboratif antara pemerintah, pihak swasta, dan lembaga pembiayaan.
Proyek tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 8 Maret 2026 di atas lahan seluas sekitar 30 hektare yang telah berstatus clean and clear.
"Pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta menjadi terobosan kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan lembaga pembiayaan, yang ditandai dengan groundbreaking pada 8 Maret 2026 di lahan sekitar 30 hektare yang telah clean and clear," kata Muhammad Qodari, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Rabu (15/4/2026).
Potensi 141 Ribu Unit Hunian
Qodari menegaskan pemerintah akan terus mendorong pembangunan hunian vertikal sebagai solusi atas kebutuhan perumahan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di kawasan perkotaan. Menurut dia, proyek ini memiliki potensi penyediaan hingga 141.000 unit hunian vertikal yang akan diselesaikan secara bertahap.
Skema ini dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah layak bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Qodari menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak yang terlibat.
Sejumlah pihak yang disebut berkontribusi antara lain Lippo Group, Pemerintah Kabupaten Bekasi, serta Danantara Indonesia.
Kolaborasi tersebut dinilai berperan penting dalam mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
Bangun Hunian Tetap Pascabencana
Selain fokus pada pembangunan hunian di kawasan perkotaan, pemerintah juga menunjukkan komitmen dalam penanganan pascabencana. Hal itu dilakukan melalui pembangunan hunian tetap (huntap) relokasi bersama Yayasan Buddha Tzu Chi.
"Pemerintah membangun hunian tetap relokasi bagi masyarakat terdampak bencana sebanyak 2.603 unit rumah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan pendekatan gotong royong," ujarnya.
Lebih lanjut, Qodari mengungkapkan program penyediaan hunian tetap telah menunjukkan progres melalui serah terima 120 unit rumah bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Penyerahan hunian tersebut menjadi bagian dari percepatan pemulihan pascabencana sekaligus upaya meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat.
"Capaian terbaru berupa serah terima 120 unit hunian tetap di Tapanuli Selatan pada akhir Maret 2026," jelas Qodari.