Fakta Unik: Bank Sumut Duduki Peringkat 6 BPD Terbesar, Kinerja Keuangan Solid hingga Triwulan III 2025!
Di tengah tantangan ekonomi, Kinerja Keuangan Bank Sumut menunjukkan soliditas luar biasa hingga Triwulan III 2025, mencetak laba Rp539 miliar dan aset Rp47 triliun. Simak detailnya!
PT Bank Sumut berhasil menutup triwulan III tahun 2025 dengan pencapaian kinerja keuangan yang sangat solid. Prestasi ini tercapai di tengah kondisi perlambatan ekonomi nasional serta ketidakpastian global yang masih membayangi. Bank pembangunan daerah ini menunjukkan resiliensi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut, Arieta Aryanti, mengumumkan bahwa laba bersih perseroan mencapai Rp539 miliar hingga September 2025. Angka ini menandai pertumbuhan signifikan sebesar 3,63 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp520 miliar. Kinerja positif ini menegaskan fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Selain laba, Bank Sumut juga mencatat pertumbuhan impresif pada Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit. Capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi serta kemampuan Bank Sumut dalam mengelola operasional secara efisien. Seluruh pencapaian ini dilaporkan dalam Laporan Kinerja Triwulan III 2025 di Medan, Sumatera Utara.
Pencapaian Laba dan Pertumbuhan Dana yang Solid
Hingga akhir September 2025, Bank Sumut berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp539 miliar, naik dari Rp520 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. "Pertumbuhan laba yang sehat memperkuat fondasi kami untuk tumbuh berkelanjutan," ujar Arieta Aryanti. Peningkatan ini merupakan indikator keberhasilan strategi bisnis yang diterapkan oleh manajemen Bank Sumut.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, mencapai Rp38,8 triliun pada September 2025. Angka ini merefleksikan kenaikan 9,84 persen yoy dari Rp35,3 triliun. Pertumbuhan DPK ini menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan nasabah terhadap Kinerja Keuangan Bank Sumut. Kepercayaan publik sangat penting dalam menjaga stabilitas bank.
Sementara itu, total kredit dan pembiayaan yang disalurkan Bank Sumut tercatat sebesar Rp32,4 triliun. Ini menunjukkan pertumbuhan 7,05 persen yoy dari Rp30,2 triliun pada tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level 2,6 persen, jauh di bawah batas aman tiga persen, menunjukkan manajemen risiko yang efektif.
Penguatan Aset dan Peran dalam Pembangunan Daerah
Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut, Syafrizalsyah, mengungkapkan bahwa total aset Bank Sumut mencapai Rp47 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 7,58 persen yoy dari Rp43,6 triliun. Dengan capaian ini, Bank Sumut kini menempati peringkat keenam sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan aset terbesar di Indonesia, sebuah prestasi yang membanggakan.
"Pertumbuhan ini menjadi cerminan tingginya kepercayaan masyarakat dan nasabah terhadap kinerja perseroan," tutur Syafrizalsyah. Kepercayaan ini menjadi modal penting bagi Bank Sumut untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi. Bank Sumut tidak hanya fokus pada pertumbuhan internal, tetapi juga aktif mendukung program pembangunan pemerintah daerah.
Perseroan terlibat dalam pembiayaan proyek infrastruktur daerah, perumahan, serta sektor prioritas lainnya. Dukungan ini sejalan dengan komitmen Bank Sumut sebagai mitra strategis pembangunan di Sumatera Utara. Ini menunjukkan peran aktif bank dalam memajukan perekonomian regional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Transformasi Digital dan Tata Kelola Perusahaan yang Kuat
Untuk meningkatkan daya saing di era digital, Bank Sumut terus memperkuat transformasi digitalnya. Syafrizalsyah menjelaskan bahwa upaya ini ditopang oleh penguatan struktur organisasi digital banking dan pengembangan berbagai layanan. Layanan tersebut meliputi trade finance, produk investasi, serta merchant business untuk memenuhi kebutuhan nasabah modern.
Direktur Kepatuhan Bank Sumut, Eksir, menekankan bahwa setiap langkah strategis perseroan selalu berlandaskan prinsip kehati-hatian dan transparansi. "Tata kelola yang kuat menjadi fondasi utama pertumbuhan jangka panjang Bank Sumut," tegasnya. Prinsip ini memastikan keberlanjutan dan stabilitas operasional bank di tengah dinamika pasar.
Komisaris Utama Bank Sumut, Firsal Ferial Mutyara, bersama Komisaris Independen Erlina, mengapresiasi kinerja keuangan yang solid ini. "Kinerja ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan masyarakat dan nasabah Bank Sumut, tetapi juga memperlihatkan komitmen manajemen dalam menjaga tata kelola, efisiensi, dan keberlanjutan pertumbuhan," papar Firsal. Dengan fondasi yang kuat dan arah strategis yang jelas, Bank Sumut bertekad untuk terus memperkuat posisinya sebagai bank daerah berdaya saing tinggi dan mitra utama dalam mendorong pembangunan ekonomi di Sumatera Utara.
Sumber: AntaraNews