Fakta Menarik: PUPR NTB Bangun Jalan Alternatif di Liang Bage Akibat Sungai Tergerus, Antisipasi Musim Hujan!
Dinas PUPR NTB bergerak cepat membangun jalan alternatif di Liang Bage, Sumbawa, setelah ruas jalan tergerus sungai. Penanganan darurat ini dilakukan demi kelancaran lalu lintas dan antisipasi banjir.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah cepat dengan membangun jalan alternatif. Pembangunan ini dilakukan di ruas Tatar Kabupaten Sumbawa Barat-Lunyuk Kabupaten Sumbawa, tepatnya di lokasi Liang Bage. Langkah ini diambil untuk mengatasi dampak kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Jalan utama di lokasi tersebut tergerus parah akibat peninggian pasir laut di muara sungai setempat. Kondisi ini menyebabkan aliran sungai membelok dan mengikis badan jalan provinsi. Peristiwa ini mengganggu aksesibilitas dan keamanan pengguna jalan.
Kepala Dinas PUPR NTB, Sadimin, menjelaskan bahwa jalan alternatif sementara dibangun melalui tanah kebun masyarakat. Akses sepanjang 50 meter ini diratakan dan ditimbun sirtu untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas. Ini merupakan solusi cepat untuk masalah mendesak.
Penanganan Darurat di Liang Bage dan Penyebab Kerusakan
Sadimin mengungkapkan bahwa kerusakan jalan di Liang Bage disebabkan oleh peninggian pasir laut di muara sungai. Fenomena ini membendung aliran sungai saat terjadi banjir, memaksa air membelok dan menggerus infrastruktur jalan. Kondisi ini memerlukan solusi jangka panjang selain penanganan darurat.
Untuk penanganan permanen, Dinas PUPR NTB menunggu Balai Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa melakukan normalisasi aliran sungai. Normalisasi ini akan melibatkan pengerukan pasir di muara sungai yang menjadi akar masalah. Langkah ini krusial untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Jalan alternatif yang dibangun saat ini memiliki panjang sekitar 50 meter dan berfungsi sebagai solusi sementara. "Akses jalan alternatif yang di bangun ini sekitar 50 meter," ujar Sadimin di Mataram. Pembangunan ini bertujuan untuk memastikan konektivitas tetap terjaga bagi masyarakat.
Perbaikan Tanggul Sungai Tanggek di Lombok Timur
Selain di Sumbawa, Dinas PUPR NTB juga menangani kerusakan infrastruktur di Pulau Lombok. Bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara 1, mereka memperbaiki tanggul Sungai Tanggek di Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Tanggul ini jebol akibat dampak banjir.
Penanganan darurat perbaikan tanggul sungai yang jebol dilakukan dengan pemasangan geobag. Selain itu, perbaikan dan normalisasi alur Sungai Tanggek yang mengalami pendangkalan juga menjadi fokus utama. Sadimin menyatakan bahwa normalisasi sungai dan perbaikan tanggul ini sesuai arahan Gubernur NTB.
Kerusakan tanggul Sungai Tanggek ini dipicu oleh banjir bandang yang terjadi pada pertengahan September lalu. Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan setidaknya 55 hektar lahan pertanian mengalami gagal panen. Beberapa rumah warga juga terendam banjir akibat insiden tersebut.
Antisipasi Banjir Menjelang Musim Penghujan
Upaya penanganan yang dilakukan oleh Dinas PUPR NTB dan BWS Nusa Tenggara 1 merupakan langkah antisipasi penting. Ini bertujuan untuk menghadapi musim penghujan yang akan datang dengan lebih siap. Pencegahan dini sangat krusial untuk melindungi masyarakat dan aset.
"Upaya penanganan ini juga dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya banjir menjelang musim penghujan yang akan datang sehingga areal persawahan yang berada di daerah bantaran sungai tersebut tidak mengalami gagal tanam," kata Sadimin. Pernyataan ini menegaskan fokus pada perlindungan lahan pertanian.
Dengan perbaikan tanggul dan normalisasi sungai, diharapkan areal persawahan di daerah bantaran sungai tidak lagi mengalami gagal tanam. Langkah-langkah preventif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mitigasi bencana. Hal ini juga mendukung ketahanan pangan lokal.
Sumber: AntaraNews