LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ekspansi kredit, BNI terbitkan obligasi Rp 10 triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan menerbitkan surat utang dalam bentuk obligasi sebagai upaya mendiversifikasi sumber pendanaan perseroan. Penerbitan surat utang ini sebesar Rp 10 triliun yang akan digunakan untuk ekspansi kredit perseroan.

2017-06-07 19:28:15
Perbankan
Advertisement

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan menerbitkan surat utang dalam bentuk obligasi sebagai upaya mendiversifikasi sumber pendanaan perseroan. Penerbitan surat utang ini sebesar Rp 10 triliun yang akan digunakan untuk ekspansi kredit perseroan.

Wakil Direktur Utama BNl, Herry Sidharta mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari program Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I BNl Tahun 2017 dengan jumlal pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp 10 triliun yang dilakukan secara bertahap. Pada Tahap I, emiten berkode BBNI ini akan menerbitkan obligasi senilai maksimal Rp 3 triliun, dengan tenor 5 (lima) tahun.

Herry mengungkapkan, dana hasil obligasi ini akan dipergunakan BNI untuk ekspansi kredit dalam rangka pengembangan bisnis. Perseroan akan menempatkan dana tersebut dalam instrumen keuangan yang aman, likuid dan tetap profitable.

"Kami akan menerbitkan instrument obligasi tersebut secara bertahap. Untuk tahap berikutnya akan dilakukan dengan mempertimbangkan pemilihan waktu atau timing yang tepat dengan memperhatikan kondisi pasar dan likuiditas baik internal maupun eksternal," kata Herry, di Hotel Ritz Carlton, Rabu (7/6).

Herry mengatakan, penerbitan obligasi BNI ini tidak terlepas dari perkembangan ekonomi dan pasar saat ini. Di mana beberapa pihak memperkirakan pemulihan perekonomian global relatif lebih cepat pada tahun ini daripada tahun 2016 lalu. kemudian diproyeksikan dua tahun kedepan, perekonomian dunia diperkirakan akan relatif lebih baik.

"Indikator dari kebijakan tersebut diukur dari besaran aset, tingkat pengembalian investasi, produktivitas pegawai, sinergi antar unit dan perusahaan anak, dan layanan yang unggul serta nilai perusahaan bagi investor," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Ini catatan pengusaha saat pemerintah intip rekening wajib pajak
Ini ringkasan aturan pengintipan rekening oleh Ditjen Pajak
BTN diskon 50 persen biaya administrasi ajukan kredit selama Ramadan
Selama Ramadan, BTN tambah 30 persen persediaan uang tunai
Indonesia tengah kembangkan kerja sama perbankan syariah di Filipina
Konflik Marawi tak pengaruhi perbankan Filipina
Bos OJK sebut perbankan fasilitasi kerja sama perdagangan di ASEAN

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.