Ekonomi tumbuh melambat, IHSG diliputi awan hitam
Respons pelaku pasar terhadap rilis pertumbuhan ekonomi diakui sangat negatif.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami pelemahan dalam perdagangan akhir pekan ini, Jumat (6/2). Respons pasar atas rilis pertumbuhan ekonomi masih sangat negatif sehingga indeks cenderung bergerak negatif.
Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyamba mengatakan aksi profit taking juga dilakukan pelaku pasar modal.
"Pada perdagangan Jumat (6/2) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5.250-5.268 dan resisten 5.286-5.315," ujar Reza dalam riset hariannya, Jakarta, Jumat (6/2).
Reza menegaskan laju IHSG kembali gagal dekati area target resisten dan longsor di bawah target support. Respons pelaku pasar terhadap rilis pertumbuhan ekonomi diakui sangat negatif yang juga dibarengi dengan sentimen negatif dari global.
"Adanya awan hitam negatif mengurangi potensi IHSG untuk dapat kembali rebound meski kami masih berharap adanya kesempatan bagi IHSG untuk dapat menguat di akhir pekan.Tetap cermati potensi pelemahan lanjutan," ucapnya.
Adapun pertimbangan saham-saham pada hari ini antara lain TINS, BIRD, ASRI, SCMA, BJBR dan PWON.
Baca juga:
Dibuka menguat, IHSG lanjutkan pergerakan positif
Jelang rilis pertumbuhan BPS, IHSG dibuka melemah tipis 3 poin
Jelang pengumuman pertumbuhan, IHSG diprediksi bergerak melemah
Ikuti bursa regional, IHSG dibuka menguat 28 poin
Marak aksi beli, Laju IHSG hari ini diprediksi menguat terbatas
Dihujani aksi jual, IHSG berpotensi melemah