LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dunia penerbangan RI punya banyak pekerjaan rumah jelang Open Sky

Tantangan yang dihadapi Indonesia ini paling utamanya infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).

2015-11-19 11:55:00
DPR
Advertisement

Indonesia dinilai masih memiliki banyak pekerjaan rumah menjelang penerapan ASEAN Open Sky pada 2016. Baik dari sisi operator penerbangan, infrastruktur, maupun manajemen sumber daya manusia.

Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fari Djemi Francis menilai secara umum tantangan yang dihadapi Indonesia ini paling utamanya infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). Bandara, menurutnya, tidak mempunyai kualitas yang mumpuni dan tak jelas standar pelayanannya.

"Beberapa bandara di Indonesia kerap mengalami mati radar dan listrik padam yang tentu menimbulkan gangguan penerbangan, akses darat ke bandara juga masih kurang dan perencanaan pemanfaatan lahan yang belum optimal," ujarnya di Jakarta, Kamis (19/11).

Sementara, di sisi sumber daya manusia, menurutnya pemerintah harus memperhatikan jumlah kekurangan inspektur dan kebutuhan pilot.

"Jumlah pesawat udara di Indonesia sekarang sekitar 950 buah, jika satu pesawat membutuhkan empat inspektur maka pemerintah harus mempunyai sekitar 3.800 inspektur," jelas dia.

Demikian juga untuk kebutuhan pilot per tahun mencapai 800 orang di mana saat ini hanya ada sekitar 400-500 pilot per tahun. Terkait kesetaraan kemampuan Airnav Indonesia dengan negara lain juga masih terdapat kekurangan di mana kebutuhan personel ATC 200 orang per tahun, dan yang ada hanya 40-60 personel per tahun.

"Jumlah pilot saat ini 7.800 orang (dalam negeri) dan 600 (asing)," ungkapnya.

Padahal menurutnya Open Sky merupakan pasar bersama dan membuka peluang bisnis bagi Indonesia. "Tentunya pasar akan menjadi lebih besar, jumlah penumpang yang akan diangkut juga lebih besar dan tujuan atau rutenya juga terbuka lebih banyak pilihan," tutup dia.

Baca juga:
DPR sebut sektor penerbangan RI masih berapor merah di mata dunia
Rusdi Kirana sebut Bandara Lebak bisa pecah kepadatan Soekarno-Hatta
Mampir di Changi, pesawat Star Wars hebohkan warga Singapura
Hidupkan Merpati, Kementerian BUMN dapat dua investor
Ini kronologi TNI AU paksa pesawat AS mendarat di Lanud Tarakan
5 Maskapai terbaik dunia ala Skytrax, salah satunya milik Indonesia
Putin larang semua maskapai Rusia terbang ke Mesir

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.