Dua anak buah dibunuh saat tagih pajak, bos pajak lapor Kapolri
"Saya melaporkan secara remi kepada kapolri atas kejadian meninggalnya dua pegawai pajak."
Dua Petugas pajak KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Sibolga, Sumatera Utara, tewas dibunuh saat menagih pajak ke seorang pengusaha yang menunggak pajak hingga Rp 14 miliar. kedua pegawai tersebut mencoba menyambangi sang direktur yang menunggak pajak di wilayah Sibolga. Saat itu, sang direktur tidak ada di tempat sehingga mereka menagih wajib pajak ke wilayah Nias.
Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan, saat ini pihaknya menghadap ke Kapolri untuk melaporkan secara resmi atas meninggalnya dua orang pegawai pajak dalam rangka penyampaian surat paksa atau surat penagihan pajak. Saat menjalankan tugas, kedua pegawai yang merupakan juru sita justru mendapatkan kekerasan hingga meninggal dunia.
"Saya melaporkan secara remi kepada kapolri atas kejadian meninggalnya dua pegawai pajak dalam rangka menjalankan tugasnya, yaitu menyampaikan surat pajak atau yang awam disebut surat penagihan pajak," ujar Ken di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/4).
Di kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut. Pihaknya siap melakukan pendampingan kepada petugas pajak selama diminta ketika bertugas di lapangan.
Badrodin mengatakan, saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh Polda Sumut. Pelaku telah menyerahkan diri dan polisi juga telah memeriksa 9 saksi mata untuk perkara ini.
Laporan: Sofia Ulfa
Baca juga:
Pemain e-commerce ini sebut pajak cuma-cuma timbulkan ketidakadilan
5 Untung rugi Indonesia punya UU Tax Amnesty
Kesal karena sering ditagih PBB, anggota DPRD lapor polisi
Panama Papers bakal jadi bahasan dalam pertemuan Bank Dunia dan IMF
Indonesia siap negosiasi dengan Prancis terkait pajak sawit
2010-2015, Investasi 8 negara surga pajak di Indonesia USD 9 miliar
Meski ada tax amnesty, target penerimaan pajak masih sulit tercapai