DPR: Target ekonomi RI dan penerimaan negara 2017 seperti anomali
Pertumbuhan ekonomi naik, namun pendapatan menurun.
Anggota Badan Anggaran DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengkritisi target pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017, terutama untuk target pertumbuhan ekonomi dan target pendapatan negara.
Sebab, dalam rancangan tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,2 persen dalam APBN-P 2016 menjadi 5,3 persen. Namun pendapatan negara justru menurun dari Rp 1.786,2 triliun menjadi Rp 1.737,6 triliun.
"Dari pendapatan negara mengalami penurunan. Tapi di satu sisi pertumbuhan ekonomi naik. Ini seperti anomali dan tidak biasa terjadi selama ini," ujar Andi di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (30/8).
Menurutnya, dengan adanya target pertumbuhan ekonomi yang meningkat, ada keyakinan bahwa ekonomi Indonesia akan membaik. Namun, dengan pendapatan negara yang menurun menjadi pertanyaan apakah target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai.
Apalagi melihat, target-target dalam RAPBN 2017 lebih banyak menurun dari APBN-P 2016. "Kami berharap indikator ekonomi makro seharusnya bisa mendorong pendapatan negara. Sehingga asumsi pertumbuhan mengalami kenaikan," imbuhnya.
Dengan demikian, dia mengimbau agar pemangkasan anggaran tidak menyasar pada program prioritas pemerintah. Selain itu, untuk membangkitkan semangat, pemerintah diminta untuk memberikan insentif kepada kementerian dan lembaga (K/L) yang mampu mengelola anggarannya dengan baik.
Baca juga:
Mulai 1 Oktober, 19 perlintasan kereta api ini ditutup
Target inflasi 4 persen, pemerintah harap Rupiah menguat di 2017
Kadin: WP di Inggris investasi properti jadi sulit direpatriasi
Brexit buka banyak kesempatan kerja sama Indonesia-Inggris
Jokowi sebut sudah terima banyak usulan nama calon menteri ESDM
Kadin sebut kerja sama bisnis Inggris terbatas akibat Brexit
Strategi Menkeu Sri Mulyani agar penyaluran subsidi tepat sasaran