Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku akan segera menunjuk menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) definitif. Saat ini posisi menteri ESDM masih dijabat sementara oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sepeninggal Arcandra Tahar 16 Agustus lalu."Akan diputuskan dalam waktu dekat," kata Presiden Jokowi usai menghadiri Rakernas Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (30/8).Presiden mengaku sudah menerima banyak usulan nama yang dinilai cocok untuk mengisi posisi tersebut. Namun, Presiden Jokowi enggan mengungkap apakah nantinya posisi ini akan dijabat oleh kalangan profesional lagi atau justru berubah untuk jatah partai politik."Yang mengajukan banyak sekali, yang dipilih ya nanti dilihat. Nanti pasti akan diisi, nanti akan diisi, masak dikosongkan," katanya.Sebelumnya, pasca diberhentikannya Arcandra Tahar sebagai menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM), Presiden Joko Widodo belum juga menentukan siapa yang akan menggantikannya. Berlarutnya keputusan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap berjalannya program-program energi di Indonesia."Kami berharap agar pemerintah memilih calon yang definitif untuk menjadi Menteri ESDM. Ini sangat penting. Karena ini juga menyangkut masalah PMN (Penyertaan Modal Negara) untuk PLN dalam menjalankan program kelistrikan 35.000 MW," kata Anggota Komisi VII DPR RI Ramson Siagian dalam diskusi Energi Kita yang digagas RRI, merdeka.com, IJTI dan IKN di Hall Dewan Pers, Jakarta, Minggu (28/8).Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimi menambahkan, menteri ESDM selanjutnya harus memiliki latar belakang di bidang energi. Sebab, hal ini akan mempengaruhi setiap keputusan yang akan diambil dari seluruh program yang ada.Sama dengan Rinaldy, Pengamat dari Energi Watch Ferdinand Hutahaean mengimbau agar menteri ESDM selanjutnya tidak hanya memiliki kemampuan sektoral. "Presiden harus segera pilih menteri ESDM baru, jangan yang memiliki kemapuan sektoral, karena ESDM bidangnya luas sekali. Tanpa ada kebijakan ini semakin terganggu," imbuhnya.Selain itu, Pengamat Kebijakan Energi Agung Wicaksono menilai calon menteri ESDM bisa fokus pada tercapainya energi baru terbarukan (EBT). "Kita jangan berbicara soal energi fosil lagi. Harus ada orang sebagai menteri ESDM yang riil. Supaya dia punya keinginan energi terpenuhi," jelas Agung.
Jokowi sebut sudah terima banyak usulan nama calon menteri ESDM
"Yang mengajukan banyak sekali, yang dipilih ya nanti dilihat," tegas Presiden Jokowi.
Rekomendasi