DPR sentil pemerintah saat ramai perusahaan dunia pergi dari RI
Pemerintah harus bisa menjamin keamanan berinvestasi di Indonesia.
Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Hafisz Tohir menanggapi hengkangnya berbagai perusahaan raksasa dunia dari Indonesia, seperti PT Panasonic dan PT Toshiba. Dia mengimbau agar pemerintah bisa menjamin keamanan berinvestasi di Indonesia, dan menyediakan berbagai kebutuhan investor.
"Yang bisa menjamin investasi aman bekerja di sini. Terkait juga dengan tarif dan non tarif dan biaya logistik dan keamanan berinvestasi. Kalau di ASEAN, kita hanya bisa bersaing dengan Kamboja dan Birma soal suku bunga. Dengan lain, kita kalah," kata Hafisz di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/2).
Dia mengatakan, pemberlakuan tarif dan nontarif sangat diperlukan mengingat pajak di Indonesia masih tinggi, sehingga bisa menjadi beban pada biaya produksi komoditas. Selain itu, pemerintah harus memberikan kejelasan dalam dwelling time sehingga bisa memudahkan barang-barang impor untuk masuk ke Indonesia.
Dengan begitu, Hafisz mengaku pihaknya sudah menyurati Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian terkait hal ini. Sebab, meski belum menurun, investasi di Indonesia sudah menunjukkan lampu merah.
"Kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki ini tapi ini tanda buruk untuk investasi kita. Karena paling paling ditakuti dari negara industri adalah ketika industri melakukan relokasi ke negara lain," pungkasnya.
Seperti diketahui, berbagai pabrik manufaktur satu persatu hengkang dari Indonesia. Seperti PT Chevron Indonesia dan Ford Motor Indonesia, yang kemudian dilanjutkan dengan PT Panasonic dan PT Toshiba.
Baca juga:
Program 'karpet merah' Bea Cukai bikin pelaku usaha semringah
Ini kata Rachmat Gobel soal hengkangnya Panasonic dan Toshiba
Beragam tanggapan pemerintah soal tutupnya Panasonic dan Toshiba
Ini penjelasan Panasonic soal hengkangnya dari Indonesia
BKPM: Singapura penyumbang investasi terbesar di Januari 2016
Januari 2016, BKPM catat komitmen investasi senilai Rp 206 triliun
Bos BKPM tak tahu Panasonic dan Toshiba hengkang dari Indonesia